Kadar gula anda terlalu tinggi? ini yang akan terjadi

Diabetes Melitus merupakan penyakit yang lebih banyak disebabkan oleh pola makan yang tidak terjaga.  Seseorang yang memiliki riwayat penyakit diabetes memiliki kadar gula darah yang lebih tinggi dibandingkan dengan orang yang sehat. Meskipun demikian, tampaknya masih sedikit yang mengetahui  kadar gula darah yang terlalu tinggi itu membahayakan bagi tubuh.

Sebab Terjadinya Peningkatan Kadar Gula Darah Dalam Tubuh

Kadar gula darah dalam tubuh  sebagian besar berasal dari makanan atau minuman yang dikonsumsi. Zat gula dari makanan dan minuman yang dikonsumsi tersebut kemudian  diserap oleh tubuh dan diedarkan melalui darah. Dalam kondisi normal, zat gula ini kemudian akan diserap oleh sel-sel tubuh. Zat gula inilah yang menjadi sumber makanan bagi sel-sel tubuh.

Akan tetapi, penyerapan zat gula tidak terjadi begitu saja. Sebagian besar sel-sel tubuh membutuhkan insulin untuk memasukkan zat gula ke dalam sel. Tanpa insulin, zat gula tidak bisa diserap dari darah.

Kadar gula darah

Orang dengan riwayat diabetes mellitus memiliki gangguan penyerapan zat gula dari darah. Gangguan ini diakibatkan oleh dua hal:

1) Berkurangnya produksi insulin dalam tubuh,

2)Ketidakmampuan sel tubuh menangkap insulin (resistensi insulin) sehingga tidak mampu memasukkan gula ke dalam sel.

Karena gula tidak mampu diserap oleh sel, kadar gula dalam darah menjadi sangat tinggi.  Kadar gula darah dalam darah dapat menyebabkan kerusakan.

Apa yang Terjadi jika Gula Darah Terlalu Tinggi

Kerusakan Struktur Pembuluh darah dan Kerentanan Penyumbatan Pembuluh Darah

Kadar Gula darah jika  terlalu tinggi dapat meningkatkan risiko terbentuknya Advance Glycation End Products (AGEs). AGEs terbentuk dari interaksi metabolit glukosa dengan asam amino. AGEs akan berikatan dengan sel pembuluh darah dan sel inflamasi. Pada akhirnya, terjadi penebalan yang tidak normal pada pembuluh darah. Selain itu, kondisi darah menjadi lebih mudah mengalami pembekuan sehingga rawan terjadi sumbatan pada pembuluh darah.

Selain melalui terbentuknya AGEs, kerusakan pembuluh darah juga terjadi melalui peningkatan aktivitas Protein Kinase-C (PKC). Aktivasi PKC meningkat jika sel mengandung zat gula yang berlebihan. Aktivitas PKC yang berlebihan menyebabkan penurunan elastisitas pembuluh darah, peningkatan fibrosis yang merusak struktur pembuluh darah, dan meningkatkan kerentanan pembekuan darah sehingga rawan terjadi sumbatan.



Kerusakan Sel yang Tidak Tergantung Insulin

Perlu kita ketahui bahwa tidak semua sel tubuh membutuhkan insulin untuk menyerap zat gula dari darah. Sel-sel yang tidak membutuhkan insulin untuk menyerap zat gula antara lain sel saraf, sel lensa mata, sel-sel ginjal, dan sel pembuluh darah. Dengan demikian, meskipun mengalami diabetes mellitus sel-sel tersebut tidak kekurangan zat gula. Justru yang mungkin terjadi adalah sebaliknya.

Ketika kadar gula dalam darah terlalu tinggi, sel-sel organ tersebut menyerap gula dengan kadar yang terlalu tinggi. Kadar gula yang terlalu tinggi menyebabkan sel overload dan dapat menurunkan kadar antioksidan dalam sel (NADPH). Kedua hal tersebut membuat sel menjadi rentan mengalami kerusakan.

Kerusakan pembuluh darah, penyumbatan pembuluh darah, maupun kerusakan sel yang disebabkan oleh kadar gula darah berlebihan memicu kerusakan di berbagai organ tubuh. Hal ini meningkatkan risiko komplikasi seperti kerusakan saraf mata, kerusakan saraf tepi, stroke, penyakit jantung koroner, gangrene, kerusakan ginjal,  dan lain-lain.

Kesimpulan yang dapat kita ambil

Diabetes mellitus merupakan penyebab  tingginya kadar gula darah dalam tubuh. Kadar gula darah yang berlebihan akan memicu kerusakan pada sel dan organ tubuh. Oleh karena itu dibutuhkan terapi berkelanjutan untuk menjaga kadar gula darah tetap dalam batas normal. Dengan demikian, diharapkan kerusakan sel dan organ tubuh dapat dicegah.

Kerusakan sel dan organ tubuh akibat kadar gula darah berlebihan umumnya berlangsung dengan proses waktu yang lama. Hal ini terkadang membuat pasien lalai dan berpikiran bahwa: meskipun gula darah saya tinggi, saya baik-baik saja kok. Akibatnya pasien enggan menjalani program terapi diabetes. Pasien tersebut tidak menyadari bahwa proses kerusakan sel dan organ tubuh sedang berjalan. Maka sikap yang benar adalah melakukan usaha pengendalian kadar gula darah agar tetap dalam batas  normal dengan cara menerapkan pola hidup sehat maupun menggunakan obat-obatan.

sumber: Majalah Muslim

Baca juga: