Mengenal jenis termometer yang sering digunakan di bidang kesehatan

Berdasarkan fungsinya, termometer digunakan untuk mengukur suhu/ temperatur. Ada berbagai macam jenis termometer yang beredar di pasaran, tergantung fungsi dan pemakaiannya. Bentuknya pun berbeda beda dan disesuaikan dengan kebutuhan masihg masing. Agar tidak terlalu melebar pembahasannya, artikel ini hanya akan mengulas tentang termometer yang sering digunakan di bidang kesehatan. Dari yang paling sederhana hingga yang paling canggih. Berikut ini jenis termometer yang sering digunakan di dunia kesehatan:

Termometer suhu badan – air raksa

Sesuai namanya, termometer ini berfungsi untuk mengukur suhu badan manusia. Media pengukuran yang dipakai menggunakan air raksa atau yang lazim disebut merkuri. Termometer suhu badan air raksa memiliki tingkat akurasi yang tinggi. Kekurangan dari termometer ini adalah waktu pembacaan yang lama. Karena waktu pembacaan yang lama, termometer jenis air raksa ini kurang cocok digunakan untuk mengukur suhu badan bayi dan anak-anak. Pertimbangannya adalah anak anak cenderung aktif dan terus bergerak sehingga proses pengambilan data suhu badan relatif lebih sulit dilakukan. Termometer suhu badan air raksa ini sangat rentan jatuh karena terbuat dari kaca sehingga rawan pecah.

termometer air raksa

Termometer suhu badan digital

Termometer suhu badan digital ini terbuat dari bahan plastik lentur dengan tip  sensor berada di ujungnya. Termometer ini memiliki layar seven segment LCD kecil sebagai display informasi temperatur yang diukurnya.  Rentang waktu yang dibutuhkan termometer ini hingga menunjukkan hasil akhir pengukuran adalah 60 detik. Sama seperti halnya termometer air raksa, termometer digital ini harus bersentuhan langsung dengan obyek yang hendak diukur.

 

Termometer  Telinga (Ear Thermometer)

Termometer digital untuk telinga ini menggunakan teknologi infra red untuk mengetahui suhu obyek yang diukur. Termometer telinga ini juga dilengkapi layar seven segmen LCD untuk pembacaan hasil pengukuran.  Rentang waktu yang dibutuhkan termometer ini hingga menunjukkan hasil akhir pengukuran hanya butuh 1 detik. Sebelum menggunakan termometer ini, pada bagian probe dipasang filter lens untuk cover pengaman. Lens filter ini juga berfungsi untuk mencegah berpindahnya/ menularnya bakteri dari satu orang ke orang lain.

ear thermometer

 

Termometer non kontak – dahi (Non Contact Forehead Thermometer)

Termometer dahi menggunakan teknologi infra merah untuk melakukan pengukuran temperatur obyek yang diukur. Bedanya dengan termometer telinga, termometer dahi ini tidak menggunakan cover atau sarung untuk membungkus probe. Untuk melakukan pengukuran, ambil jarak sekitar 10 cm lalu arahkan pada dahi dan tekan tombol pengukur. Hasil ukur langsung bisa diperoleh hanya dalam waktu 1 detik. Termometer ini disebut non kontak karena tidak ada kontak langsung dengan pasien yang diukur suhu badannya.