Bijak Menghabiskan Antibiotik Selama Masa Penyembuhan

Bijak Menghabiskan Antibiotik
Banyak yang mempertanyakan mengapa obat antibiotik masih harus diminum meskipun penyakitnya sudah sembuh. Pada akhirnya karena merasa bosan akhirnya obat antibiotik tersebut tidakdihabiskan. Padahal perilaku seperti ini justru akan membuat resistensi. Bakteri akan semakin kebal terhadap antibiotik, sehingga proses penyembuhan menjadi tidak efektif. Pada akhirnya dibutuhkan antibiotik dengan dosis yang lebih tinggi, berkekuatan yang lebih hebat.

Umumnya  butuh waktu lima sampai tujuh hari untuk mematikan bakteri. Obat diminum sehari sekali. Antibiotik itu ibarat pisau bermata dua, bakteri bisa mati dan atau sebaliknya mengganggu keseimbangan flora bakteri. Karena itu, Anda tidak bisa main-main dengan obat ini. Sayang, dalam beberapa kasus masih banyak dari kita yang berupaya mengobati diri sendiri.

 

Baca juga: 10 Manfaat Puasa Bagi Kesehatan Jasmani dan Rohani Kita

Kebiasaan Yang Merugikan dan Berbahaya
Kebiasaan tidak menghabiskan antibiotik saat masa penyembuhan merupakan perilaku dan kebiasaan yang berbahaya.  Kadang dari sisi dokter juga menyamaratakan kasus, sehingga satu jenis antibiotik digunakan untuk semua jenis infeksi.

Nah, bila dokter saja bisa keliru dan harus memeriksa dengan tepat apa penyebab infeksi, apalagi masyarakat  awam yang tidak tahu-menahu soal infeksi. Masyarakat tentu saja tidak selayaknya menentukan sendiri antibiotik yang akan  digunakannya.  Dokter harus mencari indikasi yang tepat  dalam memberikan antibiotik. Keputusan pengobatan yang diambil harus berdasar keadaan klinis.

Yang harus kita pahami bersama adalah, setiap jenis infeksi disebabkan oleh bakteri tertentu yang berbeda satu sama lain. Tidak semua antibiotik bisa membunuh setiap kuman dengan efektif. Artinya tidak semua jenis infeksi bisa diatasi dengan antibiotik dari jenis yang sama.

 

Bijak Menghabiskan Antibiotik

Berkoloni dan Beracun
Pada manusia, antibiotik biasa digunakan untuk mengatasi infeksi yang disebabkan bakteri, seperti infeksi mata, kulit, pneumonia, keracunan makanan, dan meningitis. Antibiotik  sangat penting untuk perawatan infeksi yang bersifat kompleks seperti akibat prosedur medis seperti operasi bedah, terapi kanker, dan transplantasi organ.

Baca juga  Yakin Masih Mau Merokok? yuk Kenali Bahayanya

Antibiotik termasuk kategori obat yang disebut “antimikrobial”, contohnya penisilin, tetracycline, dan amoxicilin. Obat-obat ini digunakan untuk membunuh dan atau menghambat pertumbuhan bakteri tanpa menyebabkan efek berbahaya bagi tubuh. Yang berbahaya adalah, jika bakteri mampu melawan obat-obat antibiotik ini, mereka akan berkoloni,  mengeluarkan racun serta memperbanyak diri dalam tubuh.

Secara tradisional, antibiotik dibuat dari komponen alami. Banyak organisme termasuk jamur memproduksi substansi yang dapat menghancurkan bakteri penyebab infeksi. misalnya penisilin yang terbuat dari jamur. Saat ini antibiotik seperti fluoroquinolones sudah bisa dibuat secara sintetis.

Tidak heran bila antibiotik sekarang tersedia ratusan jenisnya. Tidak seperti dulu, ketika jenis antibiotik masih bisa dihitung dengan jari.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *