Tindakan Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan

Kecelakaan dapat menimpa siapa saja dan di manapun, Entah berupa kecelakaan tunggal maupun kecelakaan yang melibatkan pihak lain. baik terjadi di jalan raya, maupun di tempat kerja atau bahkan di rumah dapat terjadi kecelakaan. Akan sangat bermanfaat bagi kita jika kita menguasai teknik teknik atau pengetahuan bagaimana memberikan pertolongan pertama pada kecelakaan, agar dapat meminimalkan resiko cedera agar tidak semakin parah. Kecepatan anda dalam memberikan pertolongan akan semakin meminimalkan cedera yang semakin parah atau bahkan resiko kematian.

Berikut ini yang harus anda kuasai saat memberikan Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan.

1. Berpikir tenang dan jangan panik
Jangan panik bukan berarti boleh santai dan semaunya sendiri. Anda tetap harus bertindak cepat, tapi tetap dengan pikiran yang jernih dan tenang. Kepanikan hanya akan menuntun anda untuk berbuat tergesa gesa dan tidak terukur, yang akhirnya akan berbuat sembrono.  Apabila kecelakaan mengakibatkan korban dalam jumlah banyak, Anda dapat mengerahkan  korban-korban yang mengalami luka ringan  untuk ikut membantu. Anda dapat memberikan instruksi secara tenang, jelas dan mudah dipahami.

2. Perhatikanlah ritme pernafasan korban
Anda akan memiliki kesempatan lebih besar untuk menyelamatkan korban dengan memperhatikan ritme pernapasan korban.  Bila pernafasan korban terhenti, segera berikan pernafasan buatan dari mulut ke mulut.

3. Segera hentikan perdarahan yang terjadi
Jika dibiarkan, darah yang mengalir keluar dari pembuluh-pembuluh besar, dapat mengakibatkan kematian hanya dalam waktu 3 menit hingga 5 menit. Anda dapat menggunakan sapu tangan yang bersih untuk menekan area perdarahan dan mengikat kuat kuat sapu tangan anda dengan menggunakan pengikat. Bisa dengan dasi, ikat pinggang atau apapun yang masih bisa Anda gunakan untuk mengikat.

Baca juga  Cara Alami Mengatasi Haid Tidak Lancar

Letakkan bagian yang mengalami perdarahan dengan posisi yang lebih tinggi dari bagian tubuh lainnya, kecuali kalau keadaannya tidak mengijinkan. Torniquet untuk mengikat area perdarahan hanya boleh dipakai jika tangan atau kaki si korban sudah hancur.

4. Perhatikanlah tanda-tanda shock pada korban
Apabila diketahui terdapat tanda-tanda shock pada korban, selanjutnya korban dibaringkan dengan posisi kepala diletakkan lebih rendah dari bagian tubuh lainnya. Apabila korban muntah-muntah dalam keadaan setengah sadar, baringkanlah telungkup dengan letak kepala lebih rendah dari bagian tubuh lainnya.  Cara ini juga dilakukan untuk korban-korban yang dikhawatirkan akan tersedak oleh daráh, muntahan atau air yang masuk ke dalam paru-parunya. Apabila korban mengalami cedera di dada, dan menderita sesak nafas (serta masih sadar), posisikan korban dalam sikap setengah duduk.

5. Jangan terburu buru saat memindahkan korban
Sebelum dapat dipastikan tingkat cedera si korban maka jangan terburu buru untuk memindahkan posisi korban.  . Kecuali jika tempat kecelakaan  tidak memungkinkan korban untuk dibiarkan di tempat tersebut (misalnya di tempat kebakaran, atau tempat lain yang membahayakan posisi korban).

Hentikan perdarahan pada korban terlebih dahulu apabila korban hendak diusung, serta tulang-tulang yang patah harus dibidai (spalk, splint) agar tidak banyak bergerak. Pada saat membawa korban, usahakanlah agar bagian kepala korban tetap terlindung. Jagalah agar saluran pernafasan korban tidak tersumbat oleh kotoran atau muntah korban. Saat ditandu, posisikan kepala korban agar berada di dekat pengusung tandu yang berada di belakang, agar pengusung selalu dapat mengawasi keadaan vital korban.

Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan
Kecelakaan Bus di Subang, photo via google

Baca juga:

Tindakan Pertolongan Kasus Pingsan Karena Sengatan Matahari (Heat Stroke)

Ketika terjadi kecelakaan yang merenggut banyak korban, urutan prioritas korban yang harus segera ditandu ke tempat pertolongan yang lebih memadai adalah sebagai berikut:
1. Korban luka di bagian dada dan leher yang diikuti oleh sesak nafas.
2. Korban luka di bagian dada atau perut yang kemudian disertai perdarahan pada rongga-rongga tersebut.
3. Korban kondisi luka terbuka di perut.
4. Korban dengan pembebatan torniket.
5. Korban yang mengalami cedera di bagian kepala.
6. Korban yang mengalami cedera pada tulang belakang.
7. Korban luka bakar dengan luas lebih dari 20%
8. Korban patah tulang pinggul, paha dan betis.

Baca juga  Berapa lama masa kadaluarsa oksigen medis dalam tabung anda?

Dengan memahami Tindakan Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan seperti yang dijelaskan di atas, anda akan mempu memberikan pertolongan secara tepat dan cepat tanpa dihantui rasa panik ketika menghadapi korban kecelakaan.

Baca juga:
Mengatasi keracunan yang diakibatkan kerang, ikan atau binatang laut lainnya

Sumber referensi:
Pertolongan Pertama, dr. Kartono Mohamad, Penerbit PT.Gramedia Pustaka Utama, 2005

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *