Terapi Hiperbarik, Terapi Oksigen Untuk Para Penyelam

Apa itu Terapi hiperbarik? Terapi oksigen hiperbarik merupakan terapi yang dilakukan dengan menghirup oksigen dengan kemurnian 100% di dalam ruangan yang tertutup dengan tekanan atmosfer tinggi. Terapi ini dapat meningkatkan proses penyembuhan alami tubuh. Terapi oksigen hiperbarik sudah banyak digunakan sebagai terapi tambahan untuk meningkatkan proses penyembuhan pada kondisi akut maupun kondisi kronis.

Terapi Hiperbarik
Terapi Hiperbarik di salah satu Rumah Sakit, photo via google

Baca juga:
Bagaimana Seharusnya Merawat dan Menyimpan Tabung Oksigen

Meskipun demikian di Indonesia jenis terapi ini masih belum populer dan hanya beberapa rumah sakit saja yang memiliki fasilitas terapi hiperbarik. Prinsipnya, tekanan diperlukan agar oksigen dapat larut secara efektif ke dalam cairan plasma darah. Dengan meningkatnya tekanan, maka ukuran molekul oksigen akan berkurang atau mengecil dan menciptakan lingkungan oksigen yang lebih padat.

Molekul oksigen di dalam alveolus menjadi berkonsentrasi tinggi sehingga memungkinkan molekul oksigen dipindahkan ke dalam darah secara difusi dalam jumlah yang lebih besar, sehingga memenuhi cairan plasma darah.  Hal ini secara langsung dapat meningkatkan volume oksigen yang tersedia dalam tubuh sehingga kadar oksigen yang lebih tinggi dapat mencapai jaringan tubuh lebih dalam.

Manfaat Terapi Hiperbarik

Kadar oksigen yang tinggi di dalam darah dapat meningkatkan kemampuan sel darah putih untuk membunuh bakteri, mengurangi pembengkakan, serta penyembuhan yang lebih cepat. Terdapat beberapa manfaat dari terapi oksigen hiperbarik dalam mengatasi berbagai kondisi tubuh:

  • Anemia
  • Keracunan karbon monoksida
  • Penyakit dekompresi
  • Embolisme gas arterial
  • Abses otak
  • Luka bakar
  • Sindrom kompartemen dan iskemia traumatik lain
  • Tuli dan buta yang timbul mendadak
  • Luka yang sulit sembuh, seperti ulkus kaki diabetic, Infeksi pada kulit dan tulang
  • Gas Gangren
  • kerusakan jaringan akibat radiasi
  • Skingraft or skin flap yang berisiko mengalami kematian

Selain beberapa penyakit di atas, terapi oksigen hiperbarik juga dapat digunakan pada beberapa kondisi lain meskipun belum terbukti efektif, seperti :

  • AIDS/HIV
  • Alergi
  • Alzheimer
  • Artritis
  • Asma
  • Autisme
  • Bell’s palsy
  • Cerebral palsy
  • Hepatitis
  • Sirosis
  • Kanker
  • Penyakit jantung
  • Migrain
  • Multiple sclerosis
  • Parkinson
  • Trauma medulla spinalis dan trauma otak
  • Stroke
Baca juga  5 Kebiasaan buruk yang merusak kesehatan ginjal

Efek Samping dari Terapi Oksigen Hiperbarik

Terapi oksigen hiperbarik pada dasarnya merupakan prosedur yang aman. Komplikasi cukup jarang terjadi, namun perawatan ini berisiko menimbulkan efek samping sebagai berikut :

  • Rabun jauh sementara (miopia) yang diakibatkan perubahan sementara yang terjadi pada lensa mata.
  • Telinga tengah mengalami kerusakan seperti kebocoran cairan dan gendang telinga yang robek akibat meningkatnya tekanan udara.
  • Kerusakan pada paru – paru yang diakiabatkan perubahan tekanan udara (barotrauma).
  • Terjadi kejang akibat terlalu banyak oksigen (toksisitas oksigen) di dalam sistem saraf pusat dan otak

Berdasarkan uraian diatas terapi oksigen hiperbarik memang memiliki beberapa keunggulan dan manfaat. Anda perlu rekomendasi dari dokter untuk melakukan terapi oksigen hiperbarik. Itulah informasi mengenai terapi hiperbarik yang dapat bermanfaat bagi anda.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *