Boleh Nggak Sih Minum Kopi Ketika Hamil?

Ketika Ibu sedang mengandung, apapun yang dikonsumsi akan si Ibu sesungguhnya akan mempengaruhi janin yang dikandungnya. Khususnya ketika menginjak trimester pertama. Seperti yang kita tahu, Ibu hamil 9 bulan 10 hari terbagi menjadi 3 fase trimester.

Pada fase trimester pertama adalah fase proses organogenesis,  pada fase ini organ penting seperti otak, jantung dan lainnya mulai terbentuk. Kemudian pada fase trimester kedua, organ kecil itu mulai berkembang. Lalu pada fase trimester ketiga, organ organ tersebut menjadi semakin matang. Untuk itu proses menjadi ibu hamil memang banyak sekali larangannya dan seringkali harus membuat Anda meninggalkan kebiasaan mengkonsumsi makanan atau minuman yang menjadi kesukaan Anda. Minum kopi ketika hamil merupakan salah satu pantangan yang harus Anda patuhi.

minum kopi ketika hamil
Ibu Hamil Meminum Kopi, foto via flo.health

Hingga saat ini pendapat terkait boleh atau tidaknya mengonsumsi minuman berkafein seperti kopi masih menjadi perdebatan. Di satu pihak menyatakan, selama tidak mengkonsumsinya secara berlebihan. Anda tetap dibolehkan menikmati minuman berkafein selama kehamilan, sementara di sisi lain terdapat juga beberapa penelitian yang mengungkapkan wanita hamil yang mengonsumsi hingga 300 mg kafein atau lebih dalam sehari akan beresiko tinggi mengalàmi keguguran. Selain itu, ketika Ibu minum kopi ketika hamil dengan kandungan kafein dalam jumlah yang tinggi juga akan meningkatkan kemungkinan kelahiran prematur atau berat badan lahir rendah.

Selain kopi, ada beberapa jenis minuman yang mengandung kafein, yaitu teh dan minuman soft drink. Kafein juga dapat dijumpai dalam kandungan beberapa obat- obatan sakit kepala, flu, alergi. Kandungan kafein dalam kopi dan teh bervariasi, tergantung dari bentuknya, apakah instan, seduh, keras atau lemah kandungannya.

Walaupun penelitian terkait minuman berkafein ini belum mendapatkan kesimpulan untuk mengetahui berapa banyak kandungan kafein yang dapat dikonsumsi. Akan lebih baik bagi ibu hamil untuk menghindari minuman berkafein. Terlebih kafein memiliki sifat vasokonstriksi/ dapat mengakibatkan penyempitan pada pembuluh darah dan berhubungan dengan keguguran. Ini karena akibat kafein, aliran darah dari plasenta/ tembuni lewat tali pusat menurun. Padahal aliran darah ini diperlukan karena mengandung nutrisi dan oksigen.

Baca juga  Manfaat Minyak Wijen Untuk Menurunkan Tekanan Darah Tinggi

Berikut ini beberapa pengaruh yang menjadikan minuman berkafein sebaiknya dihindari oleh Ibu hamil:
1. Kafein dapat menyebabkan gangguan/ susah tidur
2. Kafein dapat menimbulkan perasaan cemas
3. Kafein dapat meningkatkan detak jantung dan metabolisme tubuh.
4. Kafein dapat menyebabkan sakit kepala.
5. Kafein mampu menyebabkan tubuh kehilangan kalsium
6. Mampu merangsang cairan di dalam lambung sehingga menimbulkan rasa panas atau perih.
7. Kafein bersifat diuretik, sehingga menyebabkan Anda sering buang air kecil.
8. Kafein juga mengandung phenol yang dapat mengakibatkan tubuh sulit untuk menyerap zat besi. Padahal zat besi dibutuhkan tubuh terlebih pada saat kehamilan.

Untuk itu mengganti kebiasaan Anda minum kopi ketika hamil, atau minum teh dan minuman berkafein lainnya selama masa kehamilan dengan air putih, susu atau jus buah merupakan pilihan yang sehat dan dianjurkan.

 

Baca juga:
Mengatasi payudara bengkak pada saat menyusui

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *