Awas Glaukoma Dapat Mengakibatkan Kebutaan

Glaukoma merupakan suatu penyakit yang diakibatkan oleh gangguan yang terjadi pada saraf mata yang bersifat kronis, yang kadang-kadang dapat disertai dengan tingginya tekanan dari bola mata seseorang. Glaukoma ini termasuk dari 5 besar penyakit yang menyebabkan kebutaan di dunia dan Indonesia itu termasuk negara dengan penderita glaukoma yang cukup banyak. Bagaimana bisa terjadi glaukoma? Mari kita simak.

Apa itu glaukoma?

Bola mata kita itu jika diibaratkan adalah suatu bola, Anda dapat membayangkan, bola itu berisi cairan. Cairan yang berada di dalam bola mata ini lalu bersirkulasi, dengan tujuan untuk membawa oksigen, membawa nutrisi,  untuk organ-organ yang ada di dalam bola mata. Karena bola mata itu bersirkulasi, cairan ini awalnya diproduksi, kemudian ada jalur keluarnya. Nah pada orang orang yang menderitai glaukoma, jalur keluarnya itu mengalami hambatan

glaukoma si pencuri penglihatan

Baca juga: Berapa sih kadar gula yang normal

Ada banyak faktor yang menyebabkan jalur keluar cairan mata ini mengalami hambatan. Apakah ada peradangan, apakah ada pendarahan, apakah ada penyempitan akibat usia, atau penyebab-penyebab lainnya yang mengakibatkan air yang ada di dalam bola mata yang sudah diproduksi itu tidak bisa keluar, ataupun bila keluar, dalam jumlah yang sangat sedikit,  sehingga cairan tersebut tertumpuk di dalam bola mata.

Penumpukan cairan itu akan meningkatkan tekanan pada bola mata, dapat dibayangkan seperti halnya kita memompa sebuah bola yang kita pompa terus-menerus, lama-lama bola akan menjadi lebih keras, dan semakin mengeras. Kurang lebih demikian pula juga yang terjadi pada bola mata orang-orang yang menderita glaukoma. Cairan yang diproduksi bola mata itu tidak bisa keluar, sehingga menumpuk terus menerus dalam bola mata, dan menekan ke segala arah oleh tekanannya yang tinggi itu.

Baca juga  Awas Glaukoma Dapat Mengakibatkan Kebutaan

Tekanan yang tinggi itu akan menyebabkan tertekannya syaraf mata yang terdapat pada dinding bola mata. Penekanan yang terus-menerus itu akan mengakibatkan syaraf mengalami penipisan. Hal ini kemudian menyebabkan tajam penglihatan seseorang itu akan mengalami penurunan, karena aliran sinyal listrik dari saraf retina, atau dari selaput saraf bola mata ke otak itu, menjadi berkurang dan semakin berkurang, sehingga akhirnya lama-lama menyebabkan orang tersebut mengalami kebutaan.

Baca juga: Awas Glaukoma Dapat Mengakibatkan Kebutaan

Gejala penyakit glaukoma

Glaukoma ini merupakan suatu jenis penyakit yang sifatnya kronis. Penyakit glaukoma itu berlangsung sedikit demi sedikit dalam waktu yang cukup lama. Inilah yang menyebabkan seseorang yang menderitanya itu tidak mengalami gejala yang berarti. Orang tersebut mengalami gangguan penglihatan apabila saraf yang mengalami gangguan yang itu sudah rusak sebagian besarnya, sehingga sering disebut juga glaukoma itu sebagai pencuri penglihatan. Karena sifatnya yang progresif tapi dalam waktu lama.

Jadi bagaimana saya mengetahui diri saya itu ada glaukoma atau tidak? karena glaukoma itu kita sebut sebagai pencuri penglihatan atau penyakit yang berlangsung sedikit demi sedikit dalam waktu lama, maka kita mesti mengetahui apakah kita merupakan penderita glaukoma atau tidak.

Pemeriksaan mata menyeluruh

Bagaimana cara kita mengetahuinya? yaitu dengan melakukan pemeriksaan mata secara menyeluruh terutama buat orang-orang yang beresiko. Lalu, siapa itu orang-orang yang beresiko untuk mengalami glaukoma?

  • Riwayat keluarga
    Apabila ada orang memiliki riwayat keluarga kandung dengan penyakit glaukoma, misalnya ayah kandung, ibu kandung, atau saudara kandung, Paman atau bibi kandung, atau kakek nenek mengalami glaukoma, maka seseorang tersebut lebih berisiko menderita glaukoma, dibandingkan orang yang memiliki keluarga tidak ada riwayat menderita glaukoma.
  • Menderita penyakit gula
    Apabila orang tersebut memiliki penyakit diabetes melitus, maka akan menyebabkan gangguan pada pembuluh darah di dalam mata, sehingga akan terbentuk pembuluh-pembuluh darah yang baru. Pembuluh-pembuluh darah baru ini kemudian akan menghambat aliran keluar cairan bola mata yang bersirkulasi itu tadi, sehingga tekanan bola mata akan meningkat dan orang tersebut akan menderita glaukoma.
  • Mata minus tinggi
    Apabila seseorang tersebut menderita mata minus tinggi,  lebih beresiko untuk menderita glaukoma.
  • Usia di atas 40 – 50 tahun
    faktor resiko orang menderita penyakit glaukoma apabila usianya sudah di atas 40 atau 50 tahun, karena penyakit glaukoma lebih banyak terjadi pada orang-orang pada usia diatas 40 sampai 50 tahun.
Baca juga  Mata Belekan | Gejala, Penyebab, dan Pencegahan

Apakah glaukoma dapat juga terjadi pada orang-orang dengan usia muda?  Ya, glaukoma dapat terjadi pada orang usia muda tapi jumlahnya itu lebih jarang. Glaukoma juga bisa terjadi pada anak-anak yang baru lahir, istilahnya glaukoma kongenital.

Glaukoma dapat terjadi pula pada anak-anak usia remaja, atau dapat juga terjadi pada orang-orang dewasa muda, tapi pada golongan usia antara anak sampai dewasa muda, angka kejadian glaukoma itu lebih jarang dibandingkan orang yang berusia di atas 40 atau 50 tahun.

Baca juga: Solusi pengobatan katarak pada mata sebelah

Cara menanggulangi glaukoma

Glaukoma itu adalah suatu penyakit dengan kerusakan saraf akibat tekanan bola mata yang tinggi. Cara kita mengatasinya yaitu dengan mengendalikan tekanan di dalam bola mata kita, dengan cara memberikan obat-obatan. Obat-obatan tersebut berfungsi untuk menurunkan tekanan bola mata, sehingga kerusakan yang terjadi pada saraf itu tidak berlanjut, dan pengobatan pada glaukoma itu dapat berlangsung dalam jangka waktu lama, atau mungkin juga dapat berlangsung seumur hidup, sehingga penderita orang-orang yang sudah terdiagnosis glaukoma itu sebaiknya kontrol secara teratur ke dokter mata yang terdekat, agar risiko kebutaan akibat kerusakan saraf itu dapat dihindarkan.

Apakah pada glaukoma itu dapat dilakukan tindakan operasi? 

Operasi pada penderita glaukoma dilakukan apabila tekanan bola mata penderita tersebut tidak dapat turun dengan menggunakan obat-obatan saja.  Apabila sudah menggunakan obat ternyata tekanannya bola matanya tidak turun-turun, maka sebaiknya dilakukan operasi, untuk menurunkan tekanan bola mata itu tadi.

Operasi untuk glaukoma itu ada beberapa macam, tergantung dari kondisi glaukoma yang terjadi pada seseorang itu. Hal ini dapat dikonsultasikan dengan dokter mata yang terdekat, apakah jenis-jenis operasi yang mungkin dilakukan pada setiap akhir karena operasi pada penderita glaukoma itu sifatnya individual jadi berbeda-beda, disesuaikan dengan kondisi glaukoma yang dialaminya.

Baca juga  Yakin Masih Mau Merokok? yuk Kenali Bahayanya

Pencegahan Penyakit Glaukoma

Orang orang dengan faktor resiko tinggi seperti yang sudah diulas di atas, paling tidak satu tahun sekali rutin memeriksakan matanya, untuk mendapatkan pemeriksaan mata secara menyeluruh. Mulai dari bagian depan mata, sampai ke bagian saraf di belakang mata. Dengan kita melakukan pemeriksaan secara menyeluruh, ditambah juga untuk glaukoma dengan pemeriksaan lapang pandang, dan pemeriksaan saraf lainnya, itu nanti dapat diketahui seseorang menderita glaukoma atau tidak.

Apabila seseorang menderita glaukoma, maka akan segera dilakukan tindakan, apakah itu pengobatan, atau  bahkan tindakan operasi. Tujuannya sama yaitu untuk mencegah seseorang dari mengalami kebutaan.

Bisa diambil kesimpulan glaukoma memang pencuri penglihatan, tapi dengan kita melakukan deteksi dini pada orang-orang yang beresiko glaukoma dan memberikan terapi sedini mungkin itu dapat mencegah glaukoma dari mencuri penglihatan kita.

Baca juga: Serba serbi penyakit mata hordeoulum

 

Credit to dr.Rahmat Fitra, Sp.M

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *