Mengapa Tidak Boleh Tidur Setelah Makan?

Mengapa Tidak Boleh Tidur Setelah Makan?

Larangan tidur setelah makan

Orang tua kita pada jaman dahulu seringkali melarang kita untuk tidur setelah makan. Pamali katanya. Entah pamalinya karena apa. Tapi jika ditinjau dari sisi medis, himbauan para orang tua kita di jaman dahulu ada benarnya.  Mengapa Setelah Makan Dilarang Tidur? yuk kita cari tahu jawabannya.

Perlu kita pahami, alur pemrosesan makanan berawal dari mulut kemudian dikirimkan ke lambung. Saat pelajaran biologi di masa sekolah dulu, kita diajarkan agar mengunyah makanan sampai 32 kali kunyah, tapi admin yakin hanya sedikit yang melakukan ini. Kalau bisa, makanan hanya 1-2 kali kunyah langsung telan. Lalu berapa lama proses pengosongan lambung?

Alur makanan hingga terproses di lambung

Ketika habis makan, lambung anda masih penuh dan anda segera tidur, posisi tidur itu melawan gaya gravitasi bumi. Ketika lambung masih penuh, yang ada kemudian makanan tersebut terdorong ke atas. Pengosongan makanan di dalam lambung itu kurang lebih sekitar 2 jam, ada juga teori yang mengatakan proses pengosongan lambung berlangsung 2-4 jam.

Ketika lambung itu masih penuh, sebenarnya makanan tidak bisa naik ke atas, tidak bisa naik ke kerongkongan, atau esofagus. Tapi kondisi pada beberapa orang, penutup dari Lambung ini atau biasa disebut LES atau dalam kepanjangannya Lower Esophageal Sphincter itu jika bagian tersebut lemah, makan ini mudah sekali naik ke atas. Orang-orang dengan kondisi LES seperti ini khususnya, tidak boleh langsung tidur. kenapa begitu? Karena jika dia tidur, makanan langsung naik ke atas.  Penyakit yang demikian itu disebut Gastro Esophageal Reflux Disease atau disebut juga GERD.

Baca juga  Mengolah Makanan Yang Dipanggang Dengan Sehat

Gejala Penyakit GERD

Berikut ini merupakan gejala-gejala penyakit GERD yang sebaiknya Anda ketahui:

  • Sensasi seolah ada makanan tersangkut di kerongkongan, susah menelan makanan, serta mengalami cegukan.
  • Timbul sensasi panas rasanya seperti terbakar pada dada (heartburn), dan bisa menyebar hingga ke leher.
  • Sakit atau nyeri pada dada.
  • Muncul rasa asam atau pahit di mulut.
  • Ada cairan atau makanan yang naik dari dalam lambung hingga ke mulut.
  • Batuk kronis dan asma.
  • Suara serak.

Agar terhindar dari GERD, maka disarankan bagi Anda yang habis makan jangan langsung beranjak pergi tidur, tahan dulu 1-2 jam meskipun mengantuk.

Lalu berapa banyak makanan yang boleh dimakan? Jika dalam ajaran Islam, Baginda Nabi Muhammad SAW mengatakan “makanlah sebelum lapar dan berhentilah sebelum kenyang“. Hal yang demikian itu benar. Lalu  berapa banyak “sebelum kenyang” itu? disarankan kurang lebih 70%, jadi masih ada tempat untuk udara di dalam lambung. Kita ibaratkan lambung ini adalah sebuah mesin molen untuk menggiling semen. Mesin molen ini kalau diisi sangat penuh dengan pasir dan semen, mesin ini tidak bisa bekerja dengan baik. Demikian juga dengan lambung kita.

Dari pembahasan ini, ada 2 (dua) poin yang bisa kita tarik kesimpulan

  1. Hindari tidur setelah makan
  2. Makan jangan terlalu kenyang

Demikian, semoga apa yang disampaikan di artikel ini dapat bermanfaat untuk Anda.

 

Baca juga:

Penyakit Maag Gastritis, Pencetus, Diagnosis dan Penyembuhan

Artikel ini berguna untuk Anda? Silahkan berikan rating
[Total: Average: ]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *