Cara Memantau Jumlah Kecukupan Oksigen

Cara Memantau Jumlah Kecukupan Oksigen

Pemasangan Pulse Oksimetri untuk Memantau Kecukupan Oksigen

Untuk memantau jumlah kecukupan oksigen pada pasien, maka perlu untuk dilakukan pemasangan pulse oksimetri. Pemasangan pulse oksimetri dilakukan pada pasien yang mengalami gangguan pada sistem pernapasan, tingkat kesadaran yang turun naik, penyakit serius, dan pasien yang memiliki tanda-tanda vital abnormal.

Meskipun demikian, pada pasien dengan kondisi hipotermi, vasokontriksi, anemia, hipotensi, atau pasien yang memiliki kuku palsu atau kuku yang dicat, hasil pemantauan pulse oksimetrinya bisa mengalami gangguan atau menjadi tidak akurat. Pemasangan pulse oksimetri dapat dilakukan pada jari jari tangan atau ibu jari kaki, daun telinga, tepi hidung atau dengan menutupkan dan menyatukan seluruh jari-jari kaki bayi menggunakan pulse oksimetri

Ada satu hal yang harus diperhatikan yaitu ketika pemasangan pulse oksimetri, hanya dapat mendeteksi persentase sel darah merah saja tanpa membedakan komponen atau zat lain yang memasuki sel darah merah tersebut. Sebagai contoh: pada pasien yang mengalami keracunan gas karbon monoksida, maka akan tampak hasil pengukuran pulse oksimetrinya normal.

Pada saat hal tersebut terjadi, maka pasien harus diperiksa sampel gas darah arteri (blood gas analysis) untuk mengetahui kandungan oksigen yang berada di dalam pembuluh darah arteri. Kemudian hasil pemeriksaan gas darah arteri dibandingkan dengan hasil pengukuran pulse oksimetri. Apabila kemudian terdapat perbedaan, maka periksa kadar karbon monoksida dan jangan gunakan oksimetri sampai tingkat karbon monoksida menurun hingga mendekati nilai normal.

Baca juga:
Tabung Oksigen Medis dan Kelengkapannya yang sebaiknya anda miliki

Baca juga  Pilih mana? Teh Panas atau Es Teh Dingin?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *