Zat Gizi Penting Dalam ASI dan Manfaat Menyusui Bagi Para Ibu

Zat Gizi Penting Dalam ASI dan Manfaat Menyusui Bagi Para Ibu

Zat Gizi Penting Dalam ASI

ASI memiliki komposisi yang berubah pada tiap tahap perkembangan, dari kolostrum menjadi susu peralihan, lalu susu yang matang. Selain faktor kekebalan, ternyata ada beberapa zat gizi penting yang terkandung di dalam ASI, antara lain sebagai berikut:

  •  60 persen protein dadih dan 40 persen kasein, yang hasilnya adalah dadih yang mudah dicerna. Susu sapi hanya mengandung 20 persen protein dadih dan 80 persen kasein, dan juga harus dilarutkan agar bisa dicerna. Itulah sebabnya bayi minum lebih banyak jika minum susu formula. Protein di susu sapi bisa menyebabkan alergi pada beberapa bayi, sedangkan ASI tidak. Dalam ASI terdapat enzim lipase, yang menjaga agar butiran lemak di dalamnya mudah dicerna. Lemak adalah sumber energi paling efisien. Jika mudah dicerna, zat tersebut bisa mengoptimalkan pertumbuhan bayi.
  • Laktosa dalam ASI penting untuk pertumbuhan otak dan saraf pusat, penyerapan kalsium serta pertumbuhan tubuh. Kadarnya juga lebih tinggi dibanding yang ada di susu sapi.
  • Kandungan air dalam ASI sesuai dengan jumlahyang dibutuhkan bayi.
  • Semua vitamin, mineral, dan elemen-elemen dibutuhkan bayi ada di ASI. Kadar vitamin D dan zat besi mungkin rendah, tapi zat besi dalam ASI lebih mudah diserap dibanding pada susu formula.

Tapi, jika Anda kekurangan vitamin D atau zat besi, atau menderita anemia, Anda mungkin perlu memberi suplemen untuk bayi Anda dengan rekomendasi dokter. Mengajak si kecil berjalan-jalan agar mendapat sinar matahari juga sumber vitamin D. Kadar potasium yang tinggi dan sodium yang rendah juga bisa melindungi bayi dari serangan darah tinggi, saat ia dewasa kelak. Hormon-hormon dan enzim dalam ASI membantu agar saluran usus bayi tumbuh sehat.

Baca juga  10 Manfaat Puasa Bagi Kesehatan Jasmani dan Rohani Kita

Manfaat Menyusui Bagi Para Ibu

  • Selama menyusui, tubuh Anda menghasilkan oksitoksin, yang mengurangi perdarahan sesudah persalinan dan membantu rahim kembali ke ukuran semula.
  • Berat badan lebih cepat kembali ke berat semula
  • Membuat Anda merasa berguna dan berbagi saat-saat penuh kelembutan  dan kepuasan bersama si kecil
  • Begitu perasaan tak nyaman pada saat awal menyusui dapat diatasi, aktifitas menyusui akan menjadi sangat menyenangkan untuk para Ibu serta membuatnya rileks. Saat rileks, menyusui meningkatkan energi, bukannya kelelahan seperti yang ditakutkan oleh para Ibu.
  • Menyusui dapat mencegah timbulnya gangguan pada payudara, resiko kanker ovarium, dan menningkatkan proses penggantian mineral tulang sehingga mengurangi resiko osteoporosis.
  • Hormon prolaktin, yang meningkatkan produksi ASI, biasanya menekan proses ovulasi. Namun sebaiknya menyusui tidak digunakan sebagai metode kontrasepsi. Dengan berkurangnya periode haid, membuat cadangan zat besi meningkat lagi. Prolaktin juga memberikan efek rileks, membantu Ibu mengatasi stress dengan lebih mudah.

Baca juga:
Cara Merawat dan Membersihkan Tabung Oksigen dan Perlengkapannya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *