Keamanan dan Efek Samping Antibiotik

Keamanan dan Efek Samping Antibiotik

Antibiotik merupakan obat yang powerful dan umumnya aman digunakan. Penggunaan antibiotik sangat membantu dalam menyembuhkan suatu penyakit, tetapi kadang-kadang antibiotik justru bisa berbahaya apabila digunakan tanpa mengetahui takarannya.

Apa yang harus Anda ketahui tentang keamanan antibiotik?

Antibiotik adalah obat  yang umumnya aman. Antibiotik sangat membantu dalam proses penyembuhan suatu penyakit, tetapi kadang-kadang antibiotik justru bisa berbahaya.

Fakta kunci yang perlu diketahui tentang keamanan antibiotik:

  • Antibiotik dapat memiliki efek samping termasuk reaksi alergi dan diare serius yang mungkin mengancam jiwa yang disebabkan oleh bakteri (kuman) Clostridium difficile (C. diff). Antibiotik juga dapat mengganggu obat lain yang mungkin Anda gunakan.
  • Efek samping dari pemakaian antibiotik merupakan penyebab untuk hampir satu dari lima kasus gawat darurat. Antibiotik merupakan penyebab paling umum dari kasus gawat darurat untuk anak-anak di bawah 18 tahun.
  • Ketika Anda minum antibiotik pada saat Anda tidak membutuhkannya, Anda tidak perlu terpapar dengan efek samping obat dan tidak mendapatkan manfaat apa pun dari antibiotik tersebut

Mengkonsumsi antibiotik pada saat anda tidak membutuhkannya dapat menyebabkan resistensi antibiotik. Ketika resistensi berkembang, antibiotik mungkin tidak dapat menghentikan dan mengobati jika terjadi infeksi di masa depan. Setiap kali Anda minum antibiotik ketika Anda sendiri tidak sedang membutuhkannya dapat meningkatkan risiko terkena infeksi yang resistan di masa depan.

Intinya: antibiotik memiliki manfaat dan risiko. Jika Anda diresepkan antibiotik, diskusikan keseimbangan manfaat dan risiko dengan dokter Anda.

Baca juga  Serba Serbi Penyakit Sembelit Susah Buang Air Besar

Efek samping apa yang terkait dengan antibiotik?

Reaksi alergi:

Setiap tahun, ada lebih dari 140.000 kunjungan gawat darurat untuk reaksi terhadap antibiotik. Hampir empat dari lima kunjungan gawat darurat untuk efek samping terkait antibiotik disebabkan oleh reaksi alergi. Reaksi-reaksi ini dapat berkisar dari ruam ringan dan gatal-gatal hingga reaksi kulit melepuh yang serius, pembengkakan wajah dan tenggorokan, dan masalah pernapasan. Meminimalkan penggunaan antibiotik yang tidak perlu adalah cara terbaik untuk mengurangi risiko efek samping dari antibiotik. Anda harus memberi tahu dokter Anda tentang reaksi atau alergi obat di masa lalu.

Bakteri C. difficile:

C. difficile merupakan jenis bakteri atau kuman yang menyebabkan diare terkait dengan setidaknya 14.000 kematian di Amerika setiap tahun. Ketika Anda mengkonsumsi antibiotik, bakteri baik yang melindungi Anda dari infeksi dihancurkan selama beberapa bulan. Selama waktu ini, Anda bisa sakit karena bakteri C. difficile ini.

Bakteri dapat berasal dari permukaan yang terkontaminasi atau menyebar dari lingkungan perawatan kesehatan seperti misalnya di rumah sakit. Minum antibiotik dengan tepat dan hanya sesuai resep yang diberikan oleh dokter.

Interaksi obat

Antibiotik dapat berinteraksi dengan obat lain yang Anda sedang gunakan, dan membuat obat itu atau manfaat antibiotik menjadi kurang efektif. Beberapa kombinasi obat dapat memperburuk efek samping antibiotik atau obat lain yang sedang Anda konsumsi.

Efek samping umum dari antibiotik termasuk mual, diare, dan sakit perut. Kadang-kadang gejala ini dapat menyebabkan dehidrasi dan masalah lainnya. Tanyakan kepada dokter Anda tentang interaksi obat dan potensi efek samping dari antibiotik. Beritahu dokter Anda segera jika Anda memiliki efek samping dari antibiotik yang Anda pakai.

Artikel ini berguna untuk Anda? Silahkan berikan rating
[Total: Average: ]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *