Leptospirosis, Definisi, Penyebab, Gejala dan Pencegahan

Leptospirosis, Definisi, Penyebab, Gejala dan Pencegahan

Pada bulan Januari 2020 yang lalu, kita dikejutkan dengan meninggalnya 5 orang warga Karanganyar yang diakibatkan oleh penyakit Leptospirosis atau penyakit kencing tikus. Jatuhnya korban jiwa ini tentu membuktikan bahwa penyakit kencing tikus ini sangat berbahaya dan harus kita waspadai. Apalagi di musim penghujan saat ini, di mana di beberapa wilayah digenangi oleh banjir, dan sangat memungkinkan menjadi media penyebaran bakteri yang mengakibatkan penyakit kencing tikus ini.

 

Definisi Leptospirosis

Leptospirosis adalah penyakit infeksi yang disebabkan oleh bakteri Leptospira sp yang dapat ditularkan dari hewan ke manusia atau sebaliknya (zoonosis). Penyakit Leptospirosis ini pertama kali dilaporkan pada tahun 1886 oleh Adolf Weil dengan gejala panas tinggi yang disertai dengan beberapa gejala saraf serta pembesaran hati dan limpa. Penyakit dengan gejala di atas, oleh Goldsmith 1887 disebut sebagai weil’s disease. Pada 1915 Inada berhasil membuktikan bahwa weil’s disease disebabkan oleh bakteri Leptospira icterohemorrhagiae.

 

Media penyebaran Leptospirosis:

Leptospirosis disebarkan melalui seluruh benda yang telah tersentuh atau terkontaminasi hewan yang terinfeksi bakteri tersebut. Leptospirosis juga dapat ditularkan melalui air (water borne disease). Urine (air kencing) dari individu yang terserang penyakit ini merupakan sumber utama penularan, baik pada manusia maupun pada hewan.

Penyebaran penyakit ini dapat diperparah dengan tingginya curah hujan, terutama di daerah banjir atau terdapat banyak genangan. Kejadian leptospirosis pada manusia banyak ditemukan pada pekerja pembersih selokan karena selokan banyak tercemar bakteri Leptospira. Leptospirosis dapat juga menginfeksi pada anak yang tinggal di lingkungan padat perkotaan dengan banyak tikus rumah yang berkeliaran.

Baca juga  Hari raya Qurban, waspadai kolestrol anda

 

Penyebab Leptospirosis:

Penyakit leptospirosis diakibatkan oleh bakteri Leptospira icterohemorrhagiae, biasanya disebarkan oleh hewan tikus yang sudah terinfeksi. Bisa lewat urin atau darah yang menempel di semua benda yang terkontaminasi oleh hewan pengerat tersebut.

 

Gejala Leptospirosis:

Penderita leptospirosis akan mengalami gejala panas tinggi, diare, kulit dan mata tampak kuning

 

Pencegahan Leptospirosis:

Untuk mencegah terpapar bakteri penyebab leptospirosis ada beberapa antisipasi yang bisa kita lakukan, di antaranya, dengan menjaga pola hidup bersih sehat, yaitu dengan selalu mencuci tangan sebelum mengkonsumsi makanan, selalu menjaga kebersihan lingkungan dan segera memeriksakan diri ke tempat pelayanan kesehatan terdekat bila mengalami sakit.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *