Fakta dan Mitos Tentang Angin Duduk (Angina Pektoris)

Fakta dan Mitos Tentang Angin Duduk (Angina Pektoris)

Angin duduk selama ini menjadi momok yang menakutkan karena seringkali penderitanya berakhir dengan kematian. Dilansir dari artikel kesehatan yang dirilis Mayapada Hospital, berikut ini merupakan fakta dan mitos tentang angin duduk:

Fakta dan Mitos Tentang Angin Duduk

Sejumlah mitos dan fakta yang dibawa oleh ‘angin’ pembunuh berdarah dingin.

Jadi angin duduk gara-gara sering masuk angin.

Secara klinis, istilah angin duduk mengarah kepada penyakit jantung koroner akut.

MITOS: Problem sesungguhnya terletak pada penyempitan pembuluh darah jantung, yang menyebabkan pasokan darah ke jantung tak seimbang. Akibatnya jantung tak mendapat cukup oksigen dan nutrisi dari darah, sehingga berimbas pada kerusakan otot jantung.

Angin duduk merupakan masuk angin dengan ‘kadar’ yang berat.

MITOS: Sebenarnya angin duduk adalah serangan jantung (angina pektoris). Karena itu, tidak hilang dengan dikerik atau dipijat, maupun diberi minuman air panas atau ramuan-ramuan untuk mengeluarkan angin.

Orang yang sedang dikerik, tubuhnya dapat kemasukan angin yang disebut angin duduk dan menimbulkan nyeri pada dada.

MITOS: Bukan karena angin yang masuk ke dalam tubuh, rasa nyeri tersebut terjadi karena otot jantung tidak menerima cukup oksigen dari aliran darah. Efeknya, dada seperti ditekan atau diremas. Rasa nyeri juga timbul di bahu, lengan, punggung, atau leher.

Angin duduk mematikan seseorang dalam waktu singkat.

FAKTA: Pada banyak kasus angin duduk, waktu sangat berharga. Ketika terjadi serangan, penderita cuma punya waktu 30 menit hingga dua jam untuk diberi pertolongan sebelum otot jantungnya mulai rusak dan nyawanya sulit ditolong.

Posisi duduk dapat membantu menolong seseorang dari serangan angin duduk.

FAKTA: Angin duduk memiliki gejala seperti; keluar keringat dingin dari sekujur tubuh, mual, muntah, sesak serta sakit di dada. Pada saat mendapati orang dengan gejala angin duduk,tetap tenang dan segera hubungi dokter. Kemudian, lakukan pertolongan pertama, salah satunya dengan membantunya memperoleh posisi yang nyaman.

Baca juga  Pemantauan Dosis Radiasi Pengion

St John Ambulance menyebut bahwa posisi terbaik yaitu duduk dengan punggung bersandar pada bantal yang ditelakkan di dinding. Kemudian tekuk lutut dan ganjal sela-sela betis dan paha dengan bantal pula.

Baca juga:
Daftar Dokter Spesialis Urologi Terbaik di Tangerang dan Tangerang Selatan
Jadwal Praktek Dokter Primaya Hospital Tangerang (ex. Awal Bros Tangerang)
Jadwal Praktek Dokter Primaya Hospital Betang Pambelum Palangka Raya

Artikel ini berguna untuk Anda? Silahkan berikan rating
[Total: Average: ]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *