Januari 21, 2019 Oleh admin Off

Apa saja yang jadi penyebab penyakit asma?

Apa saja yang jadi penyebab penyakit asma?

Hingga saat ini masih belum diketahui secara pasti apa saja yang menjadi penyebab penyakit asma.  Asma yang timbul pada setiap penderita dapat berbeda beda penyebabnya. Sangat penting bagi kita untuk memahami apa saja  yang berpotensi memicu timbulnya asma. Di bawah ini beberapa  penyebab asma kambuh yang paling umum terjadi:

  1. Alergi

Sistem kekebalan tubuh pada orang yang terkena alergi, justru menghasilkan zat antibodi yang disebut histamin. Histamin ini diproduksi justru untuk melawan  zat-zat yang sebenarnya tidak membahayakan. Misalnya makanan atau bulu binatang. Histamin yang diproduksi ini kemudian akan mengalir ke seluruh organ tubuh melalui aliran darah. Akibatnya, tubuh akan memunculkan beragam reaksi berlebihan. Salah satunya adalah sesak napas khas asma.

Umumnya ada dua alergi yang dapat menjadi penyebab asma, yaitu alergi terhirup dan alergi makanan.

A. Alergi karena makanan

Gejala asma dapat terjadi ketika reaksi alergi berkembang  menjadi semakin parah menjadi syok anafilaktik setelah makan makanan tertentu.
Beberapa makanan di bawah ini paling sering menyebabkan gejala alergi di antaranya:

  • Telur
  • Susu sapi
  • Ikan
  • Kacang kacangan
  • Kerang-kerangan
  • Gandum
  • Kacang pohon (seperti kacang mete atau kenari)
  • Kedelai
  • Buah segar

Gejala alergi makanan bisa dari yang ringan sampai berat, dan bisa terjadi  tiba-tiba atau selama beberapa jam. Karena sistem kekebalan tubuh seseorang mungkin  memberikan reaksi terhadap jumlah yang sangat kecil dari alergen, alergi makanan dapat menjadi sangat berbahaya dan berpotensi mengancam nyawa seseorang terutama jika memengaruhi pernapasan. Karena itu, orang dengan asma memiliki peningkatan risiko untuk memunculkan reaksi alergi yang fatal terhadap makanan.

B. Alergi karena terhirup

Alergi dapat menjadi pemicu timbulnya asma ketika seseorang menghirup udara yang mengandung zat-zat tertentu. kurang lebih 80 persen orang yang memiliki asma cenderung mengalami alergi yang disebabkan oleh  tungau debu, bulu binatang , kecoa, hingga serbuk sari dari pohon, bunga. dan rumput.

Baca juga  Asma, Penyebab, Gejala, Komplikasi dan Pencegahan

Dalam sebuah penelitian, asma kambuhan akan dialami oleh anak-anak yang tinggal di rumah yang tercapat banyak kecoanya hingga empat kali lebih tinggi dibandingkan anak-anak yang rumahnya bersih dari paparan kecoa.

 

2. Olahraga

Asma tidak selalu dialami oleh semua orang yang gemar olahraga. Hanya saja pada orang yang sudah memiliki riwayat asma sebelumnya gejala mereka bisa bertambah parah akibat olahraga. Namun khususnya pada orang-orang tertentu yang sudah punya  Meski begitu, tidak tertutup kemungkinan bagi orang yang tidak memiliki riwayat asma sebelumnya (termasuk atlet) justru mengalami gejala asma hanya saat mereka berolahraga. Kenapa bisa terjadi?

Saat sedang melakukan aktifitas berat atau olahraga, seperti naik tangga contohnya, tanpa sadar Anda mungkin menarik dan buang napas lewat mulut. Cara bernapas seperti ini bisa menjadi penyebab asma muncul.

Mulut tidak memiliki rambut-rambut halus dan rongga sinus seperti hidung yang berfungsi membantu melembapkan udara yang masuk. Udara kering dari luar yang masuk ke paru lewat mulut akan memicu penyempitan saluran napas sehingga Anda sulit bernapas lega.

Gejala asma seperti batuk-batuk, sesak napas, dan napas mengi berbunyi “ngik-ngik” mungkin akan anda alami dalam 5-20 menit pertama berolahraga. Gejala asma yang disebabkan oleh  olahraga tersebut biasanya dapat mereda dalam hitungan menit atau bahkan beberapa jam setelahnya.

Penggunaan inhaler asma sebelum memulai olahraga bisa jadi salah satu cara mencegah terjadinya serangan asma ketika berolahraga. Selain itu, penting juga untuk melakukan pemanasan pelan-pelan lebih dulu sebelum memulai olahraga. Jangan pula memaksakan berolahraga terlalu berat di luar kemampuan tubuh.

Penyebab asma

3. Kebiasaan Merokok

Perokok lebih rentan terkena asma dibandingkan yang mereka yang tidak merokok. Gejala asma akan  semakin memburuk, Jika Anda memiliki asma dan memiliki kebiasaan merokok.

Baca juga  5 Langkah Perbaikan Agar Pencernaan Berjalan lancar

Wanita yang selama kehamilannya merokok juga dapat meningkatkan risiko mengi pada janinnya. Tak hanya itu saja. Bayi yang memiliki ibu yang merokok selama masa kehamilan juga memiliki fungsi paru-paru yang lebih buruk dibandingkan dengan mereka yang ibunya tidak merokok.

Dengan berhenti dari kebiasaan merokok merupakan salah satu cara terbaik untuk mengurangi gejala asma sekaligus melindungi paru-paru Anda

4. Batuk

Pemicu asma yang disebabkan batuk biasanya adalah peradangan ataupun infeksi di saluran pernapasan. Misalnya karena flu, rhinitis kronis dan sinusitis (radang sinus), dan bronkitis. Umumnya infeksi saluran pernapasan merupakan penyebab asma paling umum pada anak-anak di bawah usia 10 tahun. Virus atau bakteri yang menyebabkan Infeksi pernapasan ini kemudian memicu timbulnya asma.

Jika Anda menederita batuk yang berkepanjangan, segera cek kondisi kesehatan Anda ke dokter spesialis paru-paru. Tindakan medis yang biasanya dilakukan adalah tes fungsi paru-paru guna melihat kinerja paru-paru Anda.

5.Obat-obatan tertentu

Obat antinyeri NSAID seperti aspirin dan ibuprofen hingga obat penyakit jantung beta blocker bisa memperburuk gejala asma yang Anda miliki. Bahkan tak jarang, efek samping obat-obatan tersebut juga dapat berakibat fatal pada penderita asma.

Hindari ibuprofen, naproxen, dan diclofenac karena mereka bisa memicu serangan asma, Terlebih bagi Anda yang sudah punya riwayat asma.

Selalu konsultasikan dengan dokter terkait penggunaan obat-obat tersebut sebelum Anda mengonsumsinya.

6.Pemicu di lingkungan Pekerjaan 

Zat kimia, serbuk kayu, debu konstruksi, dan asap limbah pabrik di tempat kerja merupakan pemicu terjadinya asma.

Orang yang paling rentan mengalami asma okupasi adalah para pekerja konstruksi, peternak hewan, perawat, tukang kayu, petani, dan pekerja lain yang dalam kesehariannya mengalami paparan polusi udara dan zat kimia serta rokok yang bisa menimbulkan gejala asma.

Baca juga  Cara Membuat Aquascape Dengan Mudah

Gejala asma okupasi biasanya hanya terjadi saat Anda sedang bekerja.

  1. Kondisi di Malam hari

Penelitian menunjukkan bahwa kasus kematian akibat asma paling banyak terjadi pada malam hari. Kondisi ini terjadi karena meningkatknya paparan alergen, suhu udara, posisi tidur yang berbaring, atau bahkan produksi hormon tertentu yang mengikuti jam biologis tubuh. Selain itu, umumnya gejala sinusitis dan asma sering muncul di malam hari, terutama apabila lendir paru menyumbat saluran napas dan memicu gejala batuk khas asma.

Selalu menyediakan obat asma di samping tempat tidur adalah kunci utama untuk mengatasi asma malam hari dan mendapatkan tidur yang berkualitas.

  1. Penyebab asma lainnya

Selain yang sudah disebutkan di atas, penyebab asma lainnya juga bisa karena hal-hal remeh dan mungkin tak terpikirkan sebelumnya, seperti:

  • Bau-bauan yang kuat, misalnya parfum, bahan pembersih, dan lain sebagainya.
  • Udara dingin, perubahan suhu, dan kelembapan dapat menyebabkan asma.
  • Rasa cemas,menangis, berteriak, stres, marah, atau tertawa terlalu keras  juga dapat memicu serangan asma.

Beberapa penyakit berikut ini juga dapat menyebabkan beberapa gejala yang mirip asma, tapi pada dasarnya mereka bukan asma.

  • Mengi adalah satu dari sekian gejala asma yang dapat dikenali. Meski begitu bukan berarti orang yang mengalami mengi pasti memiliki asma. Pasalnya, mengi juga dapat menjadi gejala dari penyakit lain seperti penyakit paru obstruktif kronis (PPOK) dan pneumonia (infeksi paru-paru).
  • Asma jantung adalah bentuk dari gagal jantung yang gejalanya mirip dengan beberapa gejala asma biasa.
  • Disfungsi pita suara.