Kenali Penyebab Alergi Makanan pada Anak

Ada  tiga hal yang menjadi penyebab alergi makanan pada anak. Hal itu bisa dikarenakan oleh faktor riwayat genetik dan adanya ketidakmatangan pada saluran pencernaan. Selain itu, alergi pada anak juga dapat diakibatkan oleh faktor paparan makanan yang bersifat alergen. Di sini, perlu diketahui bahwa kedua penyebab pertama di atas dapat membaik ketika anak berumur 2-7 tahun. Alergi ini memiliki kaitan erat dengan sistem imun. Untuk itu, saat ini telah dikembangkan Imunoterapi, yaitu  metode terapi untuk alergi makanan berbasis mekanisme sistem imun. Pada awalnya, orang yang mengalami alergi dibagi menjadi 3 fenotip dasar, yaitu alergi makanan sementara, alergi makanan permanen, dan sindrom alergi oral. Masing-masing dari kelompok tersebut memiliki mekanisme imunologi yang berbeda sehingga membutuhkan pendekatan imunoterapi yang berbeda pula. Alergi makanan sementara adalah yang paling merespon terapi imunologi ini.

Adapun pada alergi makanan permanen, mungkin akan menghadirkan tantangan tersendiri dalam melakukan terapi.  Alergi jenis ini cenderung memiliki respon yang kurang menguntungkan terhadap terapi, termasuk kegagalan untuk menurunkan rasa mudah terpengaruh, kegagalan untuk memiliki toleransi oral, perlu untuk pengobatan yang lebih lama, dan pengembangan efek samping lebih serius selama terapi. Sedangkan pada alergi oral, dapat dilakukan terapi modifikasi makanan seperti yang telah dijelaskan di atas.

Respon terhadap terapi itu cukup baik sehingga cenderung memberikan efek keberhasilan dalam mengatasi alergi makanan pada anak. Ketika pertama kali seseorang memakan makanan yang dapat menyebabkan alergi, biasanya sistem kekebalan tubuh akan merespon dengan membuat lgE. IgE merupakan sejenis antibodi pendeteksi zat makanan yang masuk ke dalam tubuh yang dapat menyebabkan reaksi alergi. Karenanya, di sini  IgE muncul sebagai penanda molekul makanan penyebab alergi (alergen). Ketika ia memakan makanan itu lagi, tubuhnya akan mengeluarkan antibodi lgE dan bahan kimia lainnya, termasuk histamin yang berfungsi mengusir “protein musuh” dari dalam tubuh. Histamin adalah bahan kimia kuat yang dapat memengaruhi sistem pernafasan, saluran pencernaan, kulit, atau sistem kardiovaskular. Sebagai akibat dari respon ini, gejala alergi makanan akan muncul.

Anda akan merasakan gejala di mana histamin akan dilepaskan. Jika histamin dilepaskan pada telinga, hidung, dan tenggorokan, Anda mungkin akan merasakan hidung dan mulut gatal serta kesulitan bernapas atau menelan. Jika histamin dilepaskan pada kulit, Anda akan mengalami gatal-gatal atau ruam. Jika histamin dilepaskan dalam saluran pencernaan, Anda mungkin akan merasakan sakit perut kram, atau diare. Di samping itu, banyak orang yang mengalami kombinasi dari gejala-gejala yang ada di atas.

Para ahli belum bisa memberikan alasan mengapa beberapa makanan dapat menyebabkan alergi dan yang lainnya
tidak. Akan tetapi, kemungkinannya adalah karena beberapa protein dalam makanan tersebut sangat mirip dengan protein yang terdapat dalam virus dan bakteri. Oleh karena itu alergi biasanya adalah kecenderungan genetik di mana sistem kekebalan tubuh seseorang tidak mampu membedakan protein makanan dengan virus atau bakteri,

 

Baca juga:
Mengenali Gejala Alergi Pada Anak

referensi: “Penyakit-penyakit yang disebabkan Makanan & Minuman pada Anak”, Adi D. Tilong, Penerbit Laksana

Tinggalkan komentar

Anda berminat untuk membuka usaha isi ulang oksigen? Hubungi WA 082112344488 untuk informasi lebih detail