Mengenali Gejala Alergi Pada Anak

Mengenali Gejala Alergi Pada Anak

Alergi merupakan  reaksi tubuh yang berlebihan terhadap materi yang berasal dari luar yang didasari reaksi imunologis. Reaksi ini umumnya hanya terjadi pada orang-orang tertentu yang mempunyai kecenderungan untuk itu (faktor genetik dan sedikit pada orang tanpa riwayat alergi dalam keluarganya). Materi yang berasal dari luar yang menjadi  penyebab alergi bisa berupa makanan dan bukan makanan. Namun pada golongan umur batita (bawah 3 tahun), yang paling sering menyenyebabkan alergi atau dikenal dengan istilah alergen adalah makanan. Penelitian yang dilakukan di Jepang dan Singapura  menemukan bahwa makanan yang sering menyebabkan keluhan alergi adalah seafood yang diikuti oleh susu sapi, kacang tanah, dan telur. Tetapi, di luar daftar ini, tetap terbuka kemungkinan bahwa makanan lain sebagai  penyebab alergi.

Alergi memiliki gejala yang bervariasi pada setiap orang, begitu juga dengan tingkat keparahannya. Hal ini terjadi karena setiap makanan penyebab alergi memberikan reaksi yang berbeda satu sama lain. Begitu juga tentang kemunculannya, ada yang muncul langsung setelah makan dan ada juga yang terjadi lebih lama.

Gejala Alergi Pada Anak

– Terdapat ruam kulit kemerahan (biduran/urtikaria) yang gatal dan menghilang dalam beberapa hari.
– Gatal pada tenggorokan, mulut, mata, kulit, dan telinga.
– Terjadi radang pada mulut, lidah, atau langit-langit.
– Tenggorokan terasa menyempit.
– Diare terjadi secara tiba-tiba.
– Muntah yang terjadi secara tiba-tiba.
– Diare, muntah, perut kram, keras, dan kembung.
– Hidung berair dan pusing.
– Sulit bernapas setelah memakan jenis makanan baru.
– Wajah, bibir, atau lidah membengkak.
-.Tenggorokan tersumbat yang menyebabkan sulit menelan atau bernapas.
– Wajah pucat atau membiru, denyut nadi melemah, dan kehilangan kesadaran.
– Berak darah yang biasanya sering dianggap sebagai infeksi bakteri atau infeksi amuba padahal itu merupakan
gejala dari alergi.

Pada reaksi alergi ringan, seperti sakit perut atau ruam merah, perhatikan kondisi si kecil. Bila keadaannya mem-
buruk, segera hubungi dokter. Untuk meredakan rasa kurang nyaman, banyak dokter merekomendasikan antihistamin sesuai dosis dan berat badan anak. Jika anak mengalami reaksi alergi relatif berat, seperti tenggorokan tersumbat, bibir membengkak, atau kehilangan kesadaran, segera hubungi nomor darurat rumah sakit. Bicarakan pada dokter apakah Anda perlu menyimpan epinefrin atau tidak.

Demikian, sedikit tulisan “Mengenali Gejala Alergi Pada Anak” semoga bermanfaat untuk anda

Baca juga:
Berbagai Manfaat Daun Pepaya Untuk Kesehatan

referensi: “Penyakit-penyakit yang disebabkan Makanan & Minuman pada Anak”, Adi D. Tilong, Penerbit Laksana

Tinggalkan komentar

Anda berminat untuk membuka usaha isi ulang oksigen? Hubungi WA 082112344488 untuk informasi lebih detail