Mengenal dan Mengatasi Penyakit Rematik

Rematik merupakan suatu kelompok penyakit yang terdiri atas berbagai jenis penyakit atau kelainan yang berkaitan dengan tulang, rawan sendi,  persendian otot, dan jaringan lunak lain di sekitar sendi. Penyakit rematik mencakup 110 lebih jenis kelainan yang  menyebabkan artritis di dalam sendi, nyeri pada otot dan tulang.

Contoh-contoh penyakit rematik, antara lain;

  • osteoartritis
  • gout
  • artritis reumatoid
  • nyeri pinggang
  • rapuh tulang (osteoporosis)
  • tendinitis
  • lupus

Penyakit penyakit tersebut bisa menyerang semua golongan usia, dan tidak memandang jenis kelamin.

Umumnya penyakit rematik dapat menimbulkan kematian bila terjadi komplikasi dengan penyakit lain. Selain itu, ada beberapa penyakit rematik yang manifestasinya di luar sendi, misalnya pada organ vital dan pada paru-paru. Oleh karena itu, upaya penyembuhan yang meliputi tindakan pencegahan, pengobatan, tindakan rehabilitasi, dan fisioterapi sangat berperan

Baca juga:
Resiko Operasi Caesar Bagi Calon Ibu

Gejala Klinis Penyakit Rematik

Gejala penyakit rematik ada bermacam-macam tergantung pada penyebabnya. Namun pada umumnya, pasien memiliki keluhan rasa nyeri, terkadang disertai pembengkakan.

  • Bila penyakit seseorang berdasar pada kelainan degenerasi/penuaan (osteoarthrosis), maka gejala pertama yang menonjol adalah nyeri, karena yang terkena penyakit ini adalah bagian rawan sendi
  • Bila pada jenis lain seperti artritis reumatoid, maka yang menonjol adalah peradangan jaringan di sekitar sendi (sinovium). Prosesnya mulai di sekitar sendi, maka gejala yang menonjol adalah bengkak dan nyeri Pada penderita osteoarthrosis lutut, tidak terus menerus merasa sakit, tetapi bila penderita banyak jalan, loncat atau lari, maka penderita akan merasa sakit pada kedua lututnya. Jadi fakor pencetusnya ialah banyak jalan, Jari atau loncat.
  • Penyakit rematik  pirai (gout), biasanya penderita tiba tiba merasa sakit yang hebat pada jari kaki (paling sering ibu jari), sehingga tidak mampu berjalan. Perubahan kadar asam urat yang paling sering menjadi pencetus penyakit rematik jenis ini.
  • Penyakit rematik yang disebabkan oleh infeksi virus. Penderita biasanya mengalami demam dan beberapa hari kemudian penderita akan merasakan nyeri pada persendian, tulang, yang disertai dengan bercak-bercak merah di kulit (mirip penyakit demam berdarah). Masih hanyak lagi bentuk rematik lain yang gejalanya bermacam-macam.

Pencegahan Penyakit Rematik

Diet merupakan pencetus dan penyebab timbulnya rematik. Hal ini bisa terjadi, misalnya pada penyakit pirai (gout). Pada seseorang yang gemuk dan menderita perkapuran tulang (osteoporosis) , tujuan diet adalah untuk menurunkan berat badan sehingga beban lutut tidak terlalu berat. Tetapi pada penderita perkapuran yang badannya kurus atau berat badan normal, diet tidak dianjurkan kecuali ada penyakit penyerta lain yang mengharuskan penderita mengatur diet.

Selain diet, penderita rematik harus memperhatikan faktor olahraga, tapi jenisnya pun tidak sama pada semua
penderita. Pada penderita perkapuran sendi lutut, olahraga yang memerlukan pembebanan sendi tidak diijinkan (seperti lari dan loncat). Namun secara umum olahraga yang baik bagi penderita rematik ialah berenang. Berenang merupakan olahraga yang baik bagi penderita rematik karena semua sendi ikut bergerak, dan yang  paling penting adalah dengan berenang maka tidak terjadi pembebanan sendi.

Hal lain yang perlu diperhatikan terhadap pencegahan rematik adalah membiasakan sikap tubuh yang benar seperti pada saat duduk, berdiri, mengangkat beban, dan pekerjaan lainnya. Dapat disimpulkan bahwa faktor pencegahan yang harus diperhatikan adalah; masalah diet, olahraga yang tepat, istirahat, dan menjaga sikap tubuh yang baik.

Upaya Penyembuhan Penyakit Rematik

Faktor pengobatan, program rehabilitasi, dan pembedahan dalam upaya penyembuhan rematik sangat penting. Hal ini terkadang masih ditambah lagi dengan psikoterapi pada penderita yang mengalami gangguan psikis (terutama pada penderita rematik menahun), misalnya orang yang sudah bosan dalam pengobatan.

Pengobatan modern dibagi menjadi dua bagian,

  • Yang pertama untuk menekan peradangan nonsteroid (seperti pred*ison)
  • Yang kedua untuk menekan perjalanan penyakit, ini biasanya digunakan pada golongan artritis rematoid dan sero negatip (garam emas, Peni*ilam Chlor*quin, Salas*pirin)

Obat golongan pertama seperti Pre*nison, tidak mampu mengobati semua jenis rematik. Obat ini diperlukan hanya saat keadaan tertentu yang membutuhkan pengawasan oleh dokter. Pred*ison terbukti tidak menghentikan rematik setelah digunakan bertahun-tahun. Pred*ison hanya menghilangkan rasa nyeri saja, sedangkan rematiknya sendiri masih ada.

Pred*ison memiliki efek samping sangat besar, yaitu menyebabkan luka lambung (maag), darah tinggi, dan kencing manis. Karena itu, sekarang banyak beredar obat yang disebut obat antiperadangan non-steroid sebagai penghilang rasa nyeri dan menekan peradangan, misalnya Feld*ne, Volt*ren, dan Til*otil.

Obat golongan kedua seperti Peni*ilamin, Chlo*oquin, dan Salas*pirin, memiliki efek samping. Untuk itu, untuk menggunakannya harus dalam pengawasan dokter. Alop*rinol dibutuhkan untuk menekan kadar asam dalam darah . Pada penyakit sendi generatif karena penuaan, sampai sekarang belum ditemukan obatnya. Efek yang mungkin terjadi, antara lain pada ginjal.

Baca juga:
Ramuan Pelancar Haid untuk Wanita

Tinggalkan komentar

Anda berminat untuk membuka usaha isi ulang oksigen? Hubungi WA 082112344488 untuk informasi lebih detail