kehamilan bermasalah
Juli 14, 2019 Oleh admin 0

Inilah Tanda-Tanda Kehamilan Bermasalah Yang Sebaiknya Anda ketahui

Ketika anda sedang menjalani masa kehamilan mungkin Anda akan menemukan beberapa masalah. Terlepas masalah itu sepele atau bukan hal yang rumit, Anda sebaiknya perlu untuk mencermati dan menindaklanjutinya. Hal ini untuk lebih menjamin keamanan anda dan bayi Anda. Lalu tanda tanda kehamilan bermasalah seperti apa sih yang mungkin dialami oleh calon ibu dan bagaimana potensi bahayanya? Beberapa ahli kandungan menjabarkan dan gejalanya sebagai berikut:

1. Perdarahan Saat Kehamilan

Ketika terjadi perdarahan saat memasuki trimester berapapun, semestinya Anda tetap harus mewaspadai. Perdarahan bisa disebabkan oleh bermacam-macam hal, tergantung dari usia kehamilan Anda. Jika Anda mengalami perdarahan hebat yang disertai dengan rasa sakit serta kram perut seperti pada saat Anda mengalami menstruasi, atau perasaan lemas hingga nyaris pingsan pada trimester pertama kehamilan, Anda patut curiga sedang mengalami kehamilan ektopik atau hamil di luar kandungan, di mana sel telur yang sudah dibuahi hidup pada bagian lain organ reproduksi, dan bukan berada di dalam rahim. Kehamilan ektopik ini tidak boleh disepelekan karena dapat membahayakan Anda.

Pendarahan hebat dan kram perut yang terjadi pada trimester pertama dan awal semester kedua kehamilan juga bisa berpotensi keguguran. Sementara itu jika Anda mengalami perdarahan yang disertai sakit perut pada trimester ketiga, bisa berarti pecahnya plasenta atau terlepasnya plasenta dari dinding dalam rahim. Apapun yang menjadi penyebabnya, pendarahan merupakan kondisi yang sangat serius dan memerlukan penanganan medis secepatnya.

Baca juga  Cara mengatasi nyeri haid secara alami

2. Mual dan muntah saat kehamilan.

Mual dan sering muntah yang dialami calon ibu selama trimester pertama, terutama di pagi hari maka hal ini sesuatu yang wajar. Namun jika mual dan muntah tersebut terus berlangsung bahkan hingga membuat anda tidak bisa mencerna dan mengkonsumsi makanan sama sekali, Anda harus segera menghubungi dokter kandungan.

Jika mual dan muntah yang Anda alami terjadi secara terus-menerus maka akan mempertinggi resiko dehidrasi serta malnutrisi. Kondisi ini dapat berdampak sangat buruk pada kandungan Anda, termasuk mempertinggi risiko cacat lahir dan keguguran.

3. Menurunnya  aktivitas bayi dalam kandungan.

Mungkin jika sebelumnya Anda selama ini mengamati aktivitas bayi anda di dalam kandungan, dan mendapatkan perubahan aktifitas janin Anda yang sebelumnya sangat aktif tiba-tiba frekuensi dan intensitas gerakannya menjadi berkurang.

Lalu apakah si kecil anda baik-baik saja di dalam sana? Tetap tenang dan jangan panik ! Anda dapat mencoba minum air yang dingin atau makan sesuatu, selain itu berbaringlah dengan posisi menyamping sambil memperhatikan apakah bayi anda kembali aktif bergerak atau Anda juga dapat menghitung pergerakannya.

Sesungguhnya tidak ada patokan jumlah tendangan yang ideal untuk mengetahui kondisi janin Anda di dalam rahim, tetapi pada umumnya bayi akan menendang kurang lebih 10 kali atau lebih dalam waktu 2 jam. Jika ternyata tendangan bayi anda kurang dari itu maka anda dapat berkonsultasi dengan dokter kandungan Anda.

4. Kontraksi pada trimester akhir

Calon ibu umumnya akan mengalami kontraksi,  terutama ketika menjelang persalinan. Tetapi jika kontraksi terjadi sebelum waktunya, bisa jadi anda akan mengalami kelahiran prematur. Anda tidak perlu khawatir terutama jika anda baru pertama kali mengandung. Ada 2 jenis kontraksi yang terjadi pada saat kehamilan yaitu

    • kontraksi asli atau penanda tibanya waktu kelahiran,
    • kontraksi palsu yang seringkali tidak berarti apa-apa.
Baca juga  Daun Insulin - Obat Herbal bagi Penderita Diabetes

Lalu bagaimanakah cara membedakan antara kontraksi yang asli dengan kontraksi yang palsu?

Anda dapat mencoba untuk memperhatikan frekuensi serta intensitas dari kontraksi kontraksi palsu, tidak terduga, tidak memiliki dan tidak bertambah intensitasnya,  sebaliknya kontraksi asli akan terjadi setelah 10 menit dengan intensitas continue yang terus meningkat.

Agar lebih aman lebih baik anda segera menghubungi dokter kandungan bila mengalami kontraksi pada trimester ketiga kehamilan. Jika usia kehamilan belum mencukupi dokter akan memberikan Anda tindakan untuk menunda persalinan.

5. Pecahnya air ketuban

Air ketuban yang pecah merupakan hal yang normal, hanya saja tidak semua rembesan air yang dialami oleh ibu hamil adalah air ketuban yang pecah. Pada saat kondisi rahim Ibu semakin membesar, kandung kemih juga akan semakin tertekan. Hal yang demikian itu akan menyebabkan dan memungkinkan urine untuk merembes keluar.

Untuk lebih memastikan apakah urine yang merembes keluar adalah air ketuban atau urin, Anda dapat melakukan buang air kecil terlebih dahulu. Jika setelah Anda buang air kecil ternyata air terus merembes keluar berarti air tersebut adalah air ketuban.

6. Kepala pusing, penglihatan terganggu, serta terjadi pembengkakan

Ketika anda mengalami gejala-gejala kepala terasa pusing, penglihatan terganggu,  serta terjadi pembengkakan segeralah untuk menghubungi dokter kandungan Anda. Semua gejala tersebut di atas pertanda Anda sedang mengalami keracunan kehamilan atau yang lebih dikkenal dengan istilah kedokteran Pre-eklamsia. Pre-eklamsia umumnya timbul setelah usia kehamilan memasuki minggu ke-20, dan dapat berakibat fatal. Hal ini karena kelainan tersebut ditandai dengan tekanan darah tinggi serta meningkatnya kadar protein di dalam urine.

Baca juga:
Kenapa Perokok Bisa Tetap Sehat dan Cara Berhenti Merokok dengan Efektif.

Baca juga  Mengenali Gejala Alergi Pada Anak