penyebab perut buncit
Agustus 6, 2020 Oleh admin 0

Penyebab Perut Buncit Yang Sebaiknya Anda Ketahui

Perut buncit merupakan hal yang lazim kita temui di masyarakat. Atau bahkan Anda sendiri mengalaminya? Tidak usah risau dan galau berlebihan, karena hal tersebut adalah normal dan manusiawi.

Penyebab Perut Buncit

Ada beberapa faktor yang menyebabkan perut buncit yang sebaiknya Anda ketahui, agar Anda dapat mengantisipasinya. Penyebab perut buncit antara lain sebagai berikut:

Buncit karena menumpuknya lemak di dalam tubuh

Perut buncit diakibatkan oleh menumpuknya lemak di dalam perut. Ketika bicara tentang lemak, ada dua macam lemak dalam tubuh kita, yaitu

  • Lemak subkutan (Lemak yang menumpuk di bawah kulit)
  • Lemak viseral (Lemak yang ada di dalam rongga perut kita, di antara organ tubuh).

Lemak subkutan jika ditinjau secara medis tidak berbahaya, hanya saja secara estetika, adanya lemak subkutan ini membuat tubuh kita tidak enak dipandang mata, karena tubuh kita terlihat bergelambir.

Lemak viseral yang berada di dalam rongga tubuh kita merupakan indikator bahwa Anda sudah harus melakukan diet.

Penyebab penumpukan lemak di dalam tubuh

Ada berbagai macam makanan berlemak di sekitar kita, namun dengan mengkonsumsi makanan berlemak tersebut, tidak serta merta kita akan menimbun lemak. Dan lemak bukanlah satu-satunya penyebab perut Anda menjadi buncit.

Kontrol kalori Anda

Kelebihan kalori dalam bentuk apapun, seperti karbohidrat, protein yang kesemuanya berlebihan akan disimpan menjadi cadangan energi berbentuk lemak. Tiap orang memiliki tanda-tanda kelebihan lemak yang berbeda-beda; ada yang di pipi, ada yang di dagu, dan ada yang di perut.

Baca juga  Cara Menyembuhkan Mata Bintitan

Faktor Usia

Bertambahnya usia adalah sesuatu yang tidak dapat kita ubah dan pasti kita akan mengalaminya. Seiring dengan usia yang semakin menua, maka kemampuan organ tubuh kita juga akan semakin menurun. Termasuk menurunnya proses metabolisme tubuh.

Kurangnya olahraga

Ketika kita melakukan olahraga, maka akan membakar kalori yang tersimpan dalam cadangan lemak di dalam tubuh kita. Dengan kita tidak melakukan olah raga, maka tidak ada aktifitas pembakaran yang terjadi di dalam tubuh kita.

Dengan melakukan olahraga secara konsisten, maka Anda akan mendapatkan hasil yang maksimal.

Terlalu banyak mengonsumsi karbohidrat simplek

Karbohidrat simplek terdapat pada nasi, mie, tepung yang ketika Anda mengonsumsinya secara terus menerus maka akan meningkatkan kadar insulin. Ketika hal ini terjadi terus menerus maka akan memicu terjadinya penumpukan lemak di dalam tubuh

Stress

Stress mempengaruhi produksi hormon kortisol, selain itu stress juga dapat memicu kebiasaan seseorang untuk mengonsumsi makanan secara tidak terkontrol, sehingga akibatnya perutnya menjadi buncit.

Buncit karena perut terisi penuh makanan

Buncit ketika perut Anda terisi makanan sifatnya hanya sementara. Buncit ini akan menghilang dan perut kembali rata setelah makanan yang ada di dalam lambung dikosongkan melalui proses BAB.

Buncit karena alergi susu/ lactose intoleran

Buncit ini terjadi kepada Anda yang memiliki alergi susu, di mana setelah mengonsumsi susu kemudian perut Anda menjadi begah/ kembung dan membesar.

Buncit karena sembelit/ menyimpan kotoran di dalam perut terlalu lama

Buncit ini terjadi ketika Anda menahan BAB selama beberapa waktu tertentu, sehingga mengakibatkan kotoran menumpuk di dalam perut. Solusi untuk mengatasi buncit karena sembelit adalah Anda harus mengonsumsi makanan mengandung serat dan minum cukup air.

Baca juga  Efek Negatif Hipertensi Terhadap Kesehatan Tubuh Anda

Menahan BAB terlalu lama merupakan kebiasaan yang berbahaya karena dapat mengakibatkan berkembangbiaknya bakteri yang dapat menyebabkan penyakit.

Buncit karena Urine Resistant

Urine resistant terjadi karena air seni tidak bisa keluar sehingga menumpuk di dalam kandung kemih, sehingga untuk mengatasinya maka harus dipasang kateter.

Buncit karena postur tubuh

Buncit ini disebabkan oleh bentuk tulang belakang “lordosis” di mana tulang bagian belakang di level perut condong ke depan. Jika Anda mengalaminya, maka Anda sebaiknya mengunjungi dokter Orthopaedi untuk berkonsultasi.