Alat Pertolongan Pertama
September 17, 2020 Oleh admin 0

8 Alat Pertolongan Pertama Yang Sebaiknya Ada di Mobil Anda

Ketika kita sedang melakukan perjalanan bersama kawan atau anggota keluarga, kita tidak pernah tahu apa yang akan terjadi dan menimpa kita. Sebagai langkah pencegahan, ada baiknya kita menyimpan perlengkapan medis darurat sebagai langkah pertolongan pertama.

8 Alat Pertolongan Pertama di Mobil Anda

Seperti dilansir dari webmd.com, berikut ini adalah 8 Alat Pertolongan Pertama Yang Sebaiknya Ada di Mobil Anda

1. Pinset Penjepit

Pinset penjepit adalah bagian penting dari kotak P3K, terutama jika Anda menikmati hiking atau aktivitas luar ruangan lainnya. Anda bisa menggunakan pinset penjepit untuk mencabut serpihan dengan aman. Anda bisa membersihkan terlebih dahulu pinset penjepit Anda sebagai langkah disinfeksi sebelum dan sesudah digunakan.

2. Krim Hidrokortison

Pertimbangkan untuk membawa krim hidrokortison 1% sebagai langkah pencegahan terhadap gigitan serangga ataupun alergi. Steroid topikal ini dapat mengurangi sensasi gatal dan mengurangi peradangan.

3. Pembersih Tangan dan Sarung Tangan

Jika Anda atau teman terluka saat dalam perjalanan, hal terakhir yang ingin Anda lakukan adalah merawat luka dengan tangan kotor. Gel atau tisu berbahan alkohol dapat membersihkan tangan Anda, saat sabun dan air tidak tersedia. Bersihkan tangan Anda, kenakan sarung tangan lateks atau non-lateks, dan cuci tangan Anda kembali setelah merawat luka.

4. Pereda nyeri

Lengkapi kotak P3K Anda dengan obat-obatan pereda rasa nyeri untuk menghilangkan rasa sakit dan menurunkan demam. Aspirin, asetaminofen, dan ibuprofen adalah pereda nyeri yang dijual bebas yang populer. Aspirin tidak boleh diberikan kepada siapa pun yang berusia di bawah 18 tahun karena bahaya sindrom Reye.

Baca juga  Terapi Hiperbarik, Terapi Oksigen Untuk Para Penyelam

Sindrom Reye merupakan kondisi serius yang dapat menyebabkan pembengkakan pada organ hati dan otak. Sindrom reye umumnya menimpa anak-anak dan remaja yang baru sembuh dari infeksi virus, seperti flu atau cacar air. Ada bukti kuat yang menunjukkan bahwa mengkonsumsi aspirin pada anak dapat meningkatkan risiko terjadinya sindrom Reye. (sumber – alodokter )

5. Kain Kasa dan Selotip

Untuk luka dan goresan, Anda bisa menggunakan kain kasa untuk menekan luka kecil hingga pendarahan mereda. Saat digunakan dengan selotip, kain kasa juga bisa berfungsi sebagai perban untuk menutupi dan melindungi luka. Perban berperekat dengan berbagai ukuran juga dapat membantu melindungi luka kecil dan goresan.

6. Tisu atau Larutan untuk Membersihkan Luka

Sebelum membalutnya, Anda sebaiknya membersihkan goresan atau luka. Tisu atau semprotan antiseptik berguna untuk membersihkan luka saat tidak ada air bersih di dekatnya. Air atau garam steril, seperti larutan garam lensa kontak, baik digunakan untuk menghilangkan cedera mata dan dapat digunakan pada luka lain. Tersedia dalam botol kecil, juga mudah dikemas. Atau Anda juga dapat mempertimbangkan untuk selalu membawa alkohol swab yang praktis. Anda dapat membeli alkohol swab di sini, dan membeli plester medis di sini

7. Krim Antibiotik

Krim atau salep antibiotik memiliki beberapa kegunaan utama. Ini dapat membantu melindungi luka ringan dari infeksi. Ini dapat menjaga area tetap lembab, yang dapat meningkatkan penyembuhan. Dan itu bisa membantu mencegah luka menempel pada perban.

8. Pengobatan Alergi

Bersiaplah untuk melawan reaksi alergi ringan dengan antihistamin. Orang dengan alergi serius harus membawa epinefrin suntik. Ini dapat menyelamatkan nyawa dalam kasus anafilaksis – reaksi alergi yang parah dan berpotensi mematikan terhadap pemicu seperti sengatan serangga atau makanan.

Baca juga  Apakah terapi buta warna bisa menyembuhkan?

Nah, agar perlengkapan dan obat-obatan medis di atas tidak tercecer, Anda dapat menyimpannnya ke dalam sebuah tempat khususda bersih, kering dan kedap air. Tidak perlu membeli tas emergency responder yang mahal, Anda dapat memanfaatkan tas kosmetik atau wadah toolkit yang tentunya sudah Anda bersihkan sebelumnya.