Januari 22, 2021 Oleh admin 0

Instalasi Rehabilitasi Medis, Pengertian, Tujuan, Manfaat, Fasilitas dan pelayanan

Rehabilitasi Medik

Rehabilitasi medik adalah suatu proses pelayanan kesehatan yang diberikan kepada pasien yang mengalami gangguan fungsi dalam beraktifitas (fungsi fisik, sosial dan kekaryaan) yang disebabkan oleh berbagai macam penyakit, maupun pasca operasi.

Fasilitas dan pelayanan Rehabilitasi Medik

Dalam rangka memenuhi kebutuhan rehabilitasi ini, ada beberapa tim medis yang tersedia antara lain :

  • Dokter spesialis KFR.
  • Fisioterapis.
  • Okupasi Terapis.
  • Terapis Wicara.
  • Psikolog.
  • Petugas sosial medik.
  • Rohaniawan.
  • Pelayanan Ortotik Prostetik.

Manfaat Rehabilitasi Medik

Pasien dapat kembali hidup mandiri dan aktif semaksimal mungkin dengan memanfaatkan kemampuan yang masih ada.

Tujuan Rehabilitasi Medik

Meningkatkan kualitas hidup pasien melalui peningkatan kemampuan fungsi.

Layanan Rehabilitasi Medik

  • Konsultasi Dokter Spesialis Kedokteran Fisik dan Rehabilitasi (KFR)
  • Fisioterapi
  • Okupasi Terapi
  • Terapi Wicara
  • Ortotik Prostetik
  • Layanan Sosial Medik (Socio Medic)
  • Rohaniawan
  • Psikologi Klinik

Jenis Layanan Rehabilitasi Medik

Konsultasi Dokter Spesialis Kedokteran Fisik dan Rehabilitasi , membuat program terapi setelah diagnosis fungsi ditegakkan dan evaluasi, memberikan informasi dan edukasi tentang penyakit dan permasalahannya.

Fisioterapi

  • Kelumpuhan/kelemahan kaki/tangan akibat stroke atau cidera kepala.
  • Kelainan sendi/otot dan jaringan akibat cidera, rematik, atau keseleo atau patah tulang.
  • Kelumpuhan otot wajah (wajah mencong)
  • Gangguan pertumbuhan dan perkembangan anak, kelainan bawaan, Celebral Paisy, dll.
  • Asthma, batuk menahun dan kesulitan mengeluarkan dahak.
  • Sinusitis, telinga bedengung dan vertigo.
  • Adnexitis, radang rongga panggul.
  • Nyeri leher, pinggang, lutut, tulang dan otot.
  • Inaktivitas pada usia lanjut dan osteoporosis.
  • Gangguan kontrol kandung kemih.
  • Latihan : penggunaan alat bantu, anggota tubuh palsu.
Baca juga  Manfaat Sunat Bagi Kesehatan

Terapi Wicara

  • Gangguan bahasa akibat stroke, cidera kepala, autis, kesulitan belajar.
  • Gangguan suara terutama Disfonia: problem nada, kualitas dan kenyaringan suara (Afonia) terutama setelah laryngectomy.
  • Gangguan irama: anak gagap, klater atau latah.
  • Gangguan bicara akibat tuli, CP, bibir sumbing, retardasi mental, dislalis, bilinguisme.
  • Gangguan menelan akibat akibat gangguan neurologis, kanker dan stress.

Okupasi Terapi

  • Gangguan proses berfikir.
  • Gangguan rasa raba.
  • Gangguan aktifitas hidup sehari-hari.
  • Gangguan aktifitas kerja.
  • Terapi aktifitas menggunakan alat bantu dan anggota tubuh palsu.
  • Terapi rekreasi dan hobi.
  • Adaptasi lingkungan untuk manula/orang cacat.
  • Ortotik Prostetik
  • Membantu membuatkan tangan dan kaki palsu.
  • Menyediakan alat-alat bantu seperti tongkat, walker, kursi roda, splinting dan tripod.
  • Menyediakan bermacam-macam corset, collar, dekker lutut, siku dan bahu.
  • Menyediakan payudara palsu berbagai ukuran.
  • Menyediakan sarung lengan dan tungkai untuk limfedema (pembengkakan).

Sumber: infosehat.co.id