gejala stroke
Februari 14, 2021 Oleh admin 0

Stroke, Faktor Resiko, Gejala dan Pencegahan

Stroke adalah salah satu komplikasi kardiovaskular paling umum dan berbahaya yang menyerang setiap orang. Di Indonesia terdapat sekitar 550.000 pasien baru stroke setiap tahunnya. Angka ini terbilang sangat tinggi dan menempati urutan ketiga sebagai penyebab kematian di Indonesia, setelah kardiovascular dan kanker. Stroke juga merupakan salah satu penyebab utama kecacatan jangka panjang pada orang dewasa yang lebih tua.

Meskipun kondisi ini terutama memengaruhi orang yang berusia di atas 55 tahun atau yang memiliki faktor risiko genetik dan gaya hidup tertentu, stroke tidak hanya menyerang kelompok usia atau kelompok demografis tertentu. Stroke dapat terjadi pada siapa saja, dengan sekitar tiga perempat kasus stroke terjadi pada pasien yang belum pernah mengalaminya di masa lalu. Inilah mengapa sangat penting untuk dapat mengidentifikasi tanda-tanda peringatan dan mengetahui apakah Anda mungkin mengalami stroke atau dalam bahaya menderita stroke di masa mendatang.

Apa Itu Stroke?

Stroke adalah kondisi medis yang terjadi di mana terjadi gangguan aliran darah ke otak yang menyebabkan sel-sel otak mati karena kekurangan oksigen dan nutrisi. Penyebab utama stroke adalah iskemik (disebabkan oleh penyempitan atau penyumbatan pembuluh darah) dan hemoragik (disebabkan oleh pecah atau bocornya pembuluh darah). Meskipun tidak fatal, stroke dapat menyebabkan berbagai macam efek samping yang sangat parah, termasuk berkurangnya mobilitas, kesulitan berbicara, dan nyeri fisik.

Apa Faktor Risiko Stroke?

Ada beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko Anda terkena stroke, beberapa berada dalam kendali Anda dan beberapa lainnya tidak. Faktor gaya hidup termasuk obesitas, tekanan darah tinggi, kebiasaan merokok, dan konsumsi alkohol, atau penyalahgunaan obat-obatan terlarang seperti narkotika.

Baca juga  Isi Ulang Tabung Oksigen dari Tanaman Hydrilla berhasil ditemukan oleh anak SD

Jika Anda menderita diabetes, tekanan darah tinggi, sleep apnea, atau kondisi jantung seperti fibrilasi atrium maka risiko Anda juga akan meningkat secara signifikan. Penelitian telah menunjukkan bahwa COVID-19 juga berkontribusi pada kemungkinan terjadinya stroke.

Demografi juga berperan saat mengevaluasi risiko – stroke paling sering menyerang kalangan lanjut usia, dan umumnya lebih sering terjadi pada pria daripada wanita. Terakhir, penting untuk mengetahui apakah Anda memiliki riwayat keluarga stroke, karena genetika adalah kondisi utama yang sudah ada sebelumnya.

Baca juga: 8 Tips Meningkatkan Kembali Tekanan Darah Anda

Apa Gejala Stroke?

Jika Anda atau seseorang yang Anda kenal mungkin mengalami stroke, penting untuk mengingat akronim FAST:

Face/ Wajah:

Wajah terkulai atau terlihat kendur adalah salah satu gejala stroke yang paling mudah dikenali dan paling terlihat ketika mencoba tersenyum.

Arm Weakness/ Lengan yang lemah:

Stroke juga dapat memengaruhi mobilitas lengan Anda. Coba angkat kedua lengan Anda di atas kepala untuk melihat apakah ada yang kendur atau Anda merasakan kesulitan.

Speech Difficulty/ Kesulitan Berbicara

Jika ucapan keluar terdengar tidak jelas, aneh, atau tidak masuk akal, ini mungkin juga merupakan indikasi stroke.

Time To Call Ambulance/ Waktu Untuk Memanggil Ambulance:

Sangat penting! Stroke adalah keadaan darurat medis. Jika Anda atau seseorang yang Anda kenal sedang mengalami gejala-gejala ini, penting untuk segera membawanya ke rumah sakit.

Baca juga: Hindari Stroke Dengan Menerapkan Empat Kebiasaan Sehat Ini

Pencegahan Stroke / Pemeriksaan Stroke

Beberapa pengobatan yang paling umum untuk pencegahan stroke adalah modifikasi gaya hidup sederhana seperti berhenti merokok, mengurangi asupan alkohol, memperbaiki pola makan, dan berolahraga secara teratur. Pengobatan masalah yang berkontribusi seperti penyakit jantung dan sleep apnea obstruktif juga dapat menjadi komponen penting untuk menghindari potensi komplikasi.

Baca juga  Kamu Menderita Maag? Ini makanan yang harus dihindari untuk mencegah Maag

Di atas segalanya, penting untuk melakukan pemeriksaan rutin untuk mengetahui apakah Anda berisiko, terutama seiring bertambahnya usia.

sumber: manhattancardiology.com