merawat gigi susu
Februari 20, 2021 Oleh admin 0

Pentingnya Merawat Gigi Susu Anak

kita seringkali melihat anak-anak yang terlihat sehat dan bergerak dengan lincah, apalagi saat anak-anak tersebut memperlihatkan senyuman menawan dengan deretan gigi yang putih, dan rapi. Sangat menggemaskan, sehingga kita merasa enggan mengalihkan pandangan. Tentunya kita juga ingin mempunyai buah hati yang demikian bukan?

Peran dan Fungsi Gigi

Perawatan gigi pada masa anak-anak sangat penting karena kondisi gigi susu (gigi decidui) saat ini akan sangat menentukan keadaan gigi-gigi permanen penggantinya. Di antara fungsi dan peran gigi susu berikut ini adalah :

Fungsi Pengunyahan (mastikasi)

Anak yang sering menderita sakit gigi tentu akan malas untuk mengunyah makanan, hal ini berdampak pada asupan gizi yang tentunya sangat dibutuhkan anak-anak mengingat masa anak-anak adalah masa aktif pertumbuhan dan perkembangan. Di samping itu akan berdampak pula terhadap pertumbuhan rahang. Rahang tidak akan bertumbuh maksimal karena fungsi pengunyahan yang juga tidak maksimal, mengakibatkan gigi-gigi permanen penggantinya kekurangan ruang sehingga gigi berjejal (crowded), posisi gigi depan maju (prostrusi)

Fungsi Bicara (fonetik)

Gigi berperan penting dalam pengucapan huruf-huruf tertentu seperti F,V,S,Z,Th. Ketika gigi, terutama gigi depan hilang/rusak berat maka pelafalan beberapa huruf akan kurang tepat (cedal).

Fungsi kecantikan (estetik)

Anak dengan gigi utuh dan rapi akan terlihat semakin cantik atau tampan. Yang perlu dicermati adalah beban psikologis anak ketika teman-temannya mengolok dengan sebutan ‘ompong’ karena giginya gigis (rampant) dan tinggal akar.

Pentingnya mempertahankan ruang dalam lengkung gigi karena fungsinya sebagai persiapan pertumbuhan gigi permanen sekaligus menentukan arah pertumbuhan gigi permanen. Gigi susu yang karena suatu sebab terpaksa dicabut sebelum waktunya, maka gigi yang terletak di depan atau di belakangnya akan bergeser ke ruang bekas gigi yang dicabut. Hal ini mengakibatkan gigi permanen akan kekurangan ruang untuk tumbuhnya kelak. Gigi permanen akan kehilangan penuntun arah, akibatnya gigi tumbuh dengan arah yang salah.

Baca juga  Penatalaksanaan Hipertensi Dalam Kehamilan Yang Disarankan

Mengingat pentingnya gigi susu, maka orangtua dapat mengkonsultasikan keadaan gigi anaknya pada dokter gigi spesialis kedokteran gigi anak. Dokter gigi spesialis kedokteran gigi anak juga akan mendetaksi kecenderungan terjadinya posisi gigi yang tidak normal (maloklusi) akibat kebiasaan buruk yang dilakukan anak, seperti misalnya menghisap ibu jari, bernafas melalui mulut, menggigit-gigit kuku, kerot di waktu malam, dan lain sebagainya.

Bersama orangtua, dokter spesialis kedokteran gigi anak akan memotivasi anak untuk menghilangkan kebiasaan-kebiasaan buruk tersebut, sehingga kemungkinan terjadinya kelainan pada gigi anak dapat dicegah. Orangtua disarankan membawa buah hatinya untuk melakukan kontrol ke dokter spesialis konservasi gigi anak setiap 3 – 6 bulan sekali, terlebih antara usia 5-12 tahun ketika terjadi pergantian gigi susu ke gigi permanen. Hal ini untuk menghindari terjadinya persistensi.

Anda berminat untuk membuka usaha isi ulang oksigen? Hubungi WA 082112344488 untuk informasi lebih detail