Bahaya Alergi, Bisa Menyebabkan Kematian

Ingin memelihara hewan berbulu? Disarankan untuk melihat sisilah keluarga Anda. Apabila ada keturunan alergi, maka perlu mengurungkan niat Anda. Kalau tidak, maka anggota keluarga memiliki risiko tinggi terkena dampak alergi, seperti sinusitis hingga penyempitan saluran pernapasan yang bisa berakibat fatal.

“Akibat alergi itu bisa menimbulkan macam – macam penyakit. Bisa mengenai kulit dan berakibat exim atau gatal – gatal, menutup lubang sinus yang berakibat sinusitis, hingga penyempitan saluran pernapasan yang bisa menimbulkan asma, ujar dr. Hadi Moeliawan, SpP Spesialis Paru di Klinik Asma dan Alergi Rumah Sakit Mitra Kemayoran, Jakarta Pusat.
dr Hadi Moeliawan, SpP, mengatakan, keluarga yang memiliki keturunan alergi sangat rentan terhadap serpihan kulit binatang berbulu peliharaannya. “Selama ini kadang mengartikan reaksi alergi akibat bulu, tapi sebenarnya serpihan kulit binatang,” ujarnya.

Prevalensi yang menyebabkan anak juga memilki keturunan rentan alergi, sangat variatif. Berdasar statistik, bila orang tua hanya satu yang rentan alergi maka kemungkinan anak yang rentan antara 35-40 persen. Tetapi bila kedua orang tua rentan alergi, maka keturunannya yang rentan alergi bisa mencapai 60 persen. Misal, kedua orang tua rentan alergi dan memilki tiga anak, maka dua anaknya bisa menjadi rentan akergi.

Yang perlu diwaspadai bila kedua orang tua memilki alergi jenis sama, misal keduanya memilki alergi yang mengakibatkan asma, maka kemungkinan anak yang bisa terkena mencapai 80%. “Kalau mengetahui silsilah keluarga alergi seperti ini, maka dianjurkan agar tidak memelihara hewan berbulu. Lebih dianjurkan memelihara ikan atau kura – kura” ujar dr. Hadi Moeliawan, SpP.

Namun kalau tidak yakin terhadap silsilah keluarga, bisa melakukan tes alergi lewat tusuk kulit atau tes darah. Hanya saja, biaya tes alergi untuk satu item ini bisa mencapai Rp.200 ribu – Rp.300 ribu.

“Kalau tes alergi sampai banyak item, mulai udang, telor hingga serpihan kulit hewan, seperti kucing, anjing dan lainnya, kan mahal. Karena itu disarankan untuk menelusuri, apakah silsilsah keluarga ada yang rentan alergi,”ujarnya.

Salah satu indikasi memilliki alergi bila bangun tidur dan masuk kamar mandi selalu bersin, atau hidung meler, tetapi pada siang dan terkena matahari kemudian menghilang. Hal ini berulang kembali pada hari – hari berikutnya.

Yang perlu diwaspdai, mereka yang tidak memilki genetika rawan alergi tetap ada kemungkinan berisiko rentan alergi bila memelihara hewan berbulu, meski terbilang relatif kecil, yakni antara 12 – 18 persen.

Banyak Penyakit

Alergi merupakan suatu reaksi abnormal dalam tubuh karena kontak dengan zat – zat tertentu, akibat dihirup, dimakan, atau terkena kulit. Zat penyebab alergi ini disebut allergen.

Allergen ini bisa berasal dari berbagai jenis, seperti serpihan kulit binatang berbulu, obat, kosmetik, perhiasaan, logam, hingga serbuk tanaman, seperti serbuk spora atau pollen, jenis rumput tertentu, pohon berkulit halus dan tipis, seafood, telur, kacang – kacangan, sengatan insekta. Bisa juga karena zat adiktif pada makana, seperti penyedap, pewarna dan pengawet.

Bila Allergen ini masuk tubuh dan antibodi dalam darah yang dinamakan immunoglobulin E (Lg-E) meningkat, maka timbul reaksi alergi. “Pada orang normal, kadarnya dalam darah kecil. Tapi, bagi yang memilki genetika alergi, maka kadarnya tingggi, mungkin 100, 200 atau 300. Kalau itu yang terjadi, maka terjadi reaksi alergi.” ujar dr. Hadi Moeliawan, SpP.
Secara klinis kalau terkena allergen, seperti serpihan kulit kucing atau anjing, maka akan terjadi reaksi dalam tubuh yang mengakibatkan lg-E meningkat. Pada kontak pertama, kemungkinan reaksi alergi yang bisa menyebabkan penyakit. “Meski punya bakat alergi, belum tentu langsung terkena, tapi karena kontak berulang maka muncullah reaksi alergi,” ujarnya.

Masalah yang perlu diwaspadai, alergi ini bisa menyerang ke organ – oragn yang terjadi reaksi alergi. Karen itu, mereka tidak menutup kemungkinan bisa terkena asma atau sinusitis. “Kalau punya bakat alergi, kita tidak tahu kemana kenanya. Karena bisa saja ke kulit, hidung atau paru,”paparnya.
Ia memberi contoh, suatu keluarga tidak ada yang punya asma tetapi ternyata ada yang terkena exim karena alergi. “Alergi itu belum tentu sama dengan orang tuanya. Artinya yang diturunkan bukan exim tapi gen alerginya. Sehingga kalau muncul serangan alergi di paru – paru,yan bisa asma, “ujarnya.

Karena itu, pemilik bakat alergi perlu lebih memerhatikan kesehatan lingkungan. Karena bisa terjadi satu anak memborong semua serangan alergi, ya pilek, asma dan exim.

Bahaya Alergi

Serangan alergi perlu segera mendapat pertolongan. Kalau dianggap remeh atau dibiarkan, akan menjadi kronis. Hal ini bisa membahayakan karena bisa merembet ke organ lain. Misal lendir alibat reaksi alergi sampai menutup lubang sinus, maka bisa menyebabkan sinusitis. Dan, sinusitis ini bisa berlanjut pada terjadinya migran, dan bisa menyebar ke selaput otak hingga menyebabkan radang otak atau disebut meningitis, dan kalau kronis bisa berujung pada kematian.

Bila reaksi alergi terjadi di paru – paru, akan menyebabkan asma dan bila berlanjut akan terjadi infeksi berat dan mampu menyebabkan gagal bernapa. “Harus ingat, bernapas itu setiap saat dan udara yang dihirup tidak steril. Bila masuk maka bisa menempel di lendir, dan lendir itu makanan bakteri. Kalau lendir bertambang banyak, akan menjadi kental dan warnanya bisa kuning hingga hijau. Bisa insfeksi dan ini memperburuk saluran napas, sehingga akan menambah sesak. Paru – paru pun bisa insfeksi dan kalau tidak mendapat pengobatan bisa menyebabkan gagal bernapas, “kata dr Hadi Moeliawan, SpP.

Yang perlu diwaspadai, mereka yang terkena reaksi alergi ini rentan terhadap penyakit lain, terutama insfeksi virus, itu berarti kekebalan tubuh menurun dan bisa memperburuk kondisinya,” ujarnya.

Oleh karena genetika alergi ini tidak bisa diubah maka perlu memerhatikan gaya hidup dan lingkungan yang sehat, dengan menghindari allergen yang bisa membahayakan kehidupan keluarga.

Nara sumber: Dr. Hadi Moeliawan, SpP

Baca juga:
Tidak Bikin Alergi, Ini Manfaat Susu Kambing Untuk Kesehatan Tubuh Kita
Mengenali Gejala Alergi Pada Anak
Makanan Yang Memicu Alergi pada Anak

Tinggalkan komentar

Anda berminat untuk membuka usaha isi ulang oksigen? Hubungi WA 082112344488 untuk informasi lebih detail