mitos salah tentang hipertensi
Mei 4, 2021 Oleh admin 0

8 Mitos Salah Tentang Hipertensi Yang Beredar di Masyarakat

Hipertensi merupakan penyakit yang salah satunya diakibatkan oleh gaya hidup yang buruk. Dan fakta yang tidak terbantahkan adalah, Hipertensi merupakan salah satu penyakit kardiovaskular yang paling umum dan paling banyak disandang masyarakat. Banyak beredar mitos yang salah tentang hipertensi. Apa saja? Yuk kita bedah satu per satu;

Tekanan darah tinggi merupakan faktor turunan sehingga penderita tidak dapat mencegahnya.

Tekanan darah tinggi memang dapat terjadi karena faktor keturunan. Namun gaya hidup yang sehat memungkinkan orang dengan faktor hipertensi keturunan untuk menghindari kondisi ini.

Tidak memiliki garam di rumah sehingga tekanan darah dapat terkontrol.

Beberapa orang memang dapat meningkat tekanan darahnya jika mengkonsumsi garam. Tetapi pengurangan konsumsi garam bukan hanya dari garam yang digunakan dalam masakan tetapi juga mengontrol makanan olahan yang kita beli karena sebagian besar garam tersembunyi dalam makanan olahan seperti makanan kaleng, dll.

Penggunaan garam laut bukan garam meja untuk masakan yang dijadikan alternatif garam rendah sodium. Garam laut dan garam meja mempunyai jumlah kandungan sodium yang sama yaitu 40%.

Merasa sehat dan tubuh baik-baik saja sehingga tidak mengkhawatirkan terkena tekanan darah tinggi.

Di Indonesia, lebih dari 25% penduduk memiliki hipertensi dan tidak mengetahui bahwa mereka menderita hipertensi karena tidak ada gejala yang muncul. Tekanan darah tinggi harus dikontrol agar tidak menimbulkan masalah kesehatan yang serius seperti stroke.

Baca juga  Cara Mengatasi Sesak Nafas pada Malam Hari

Merasa tidak menderita tekanan darah tinggi karena tidak mengalami gejala darah tinggi seperti rasa gugup, berkeringat, sulit tidur, dan wajah memerah.

Banyak kasus hipertensi yang tidak menunjukkan gejala. Banyak orang yang kemudian tidak menyadari bahwa mereka menderita hipertensi dalam waktu yang lama. Pemeriksaan tekanan darah sangat penting agar mudah melakukan tindakan pencegahan hipertensi.

Wine baik untuk jantung sehingga tidak masalah untuk mengkonsumsi wine dalam jumlah yang banyak.

Penggunaan alkohol yang berlebihan dan rutin dapat menyebabkan peningkatan tekanan darah secara drastis. Alkohol juga dapat menyebabkan gagal jantung, stroke dan detak jantung tidak teratur. Dianjurkan mengurangi konsumsi alkohol untuk mengurangi risiko tekanan darah tinggi.

Memiliki tekanan darah tinggi dan sudah mendapatkan pemeriksaan dokter sehingga tidak diperlukan pemeriksaan di rumah.

Tekanan darah dapat berubah-ubah, sehingga pengawasan dan pencataan pembacaan tekanan darah di rumah diperlukan untuk informasi bagi dokter untuk melihat apakah seseorang memiliki tekanan darah tinggi dan untuk mengetahui keefektifan pengobatan.

Pemberhentian obat karena tekanan darah sudah rendah atau normal.
Hipertensi dapat menjadi masalah kesehatan seumur hidup sehingga perlu mengikuti rekomendasi dokter dan meminum obat secara rutin.

Baca juga:
Mengetahui Tanda-Tanda Peringatan Hipertensi, Apa Saja?
5 Anggapan Salah Yang Mesti Diluruskan Untuk Mencegah Hipertensi
Diagnosis, Gejala, Penyebab, dan Pengobatan Hipertensi