Juni 7, 2021 Oleh admin 0

Cara Merawat Luka Kaki Diabetes

Ketika seseorang menginjak usia 50 tahun, biasanya ada saja masalah kesehatan yang bermunculan. Salah satu masalah yang sering menjadi keluhan adalah diabetes. Diabetes atau yang biasa disebut dengan kencing manis adalah penyakit dimana kadar glukosa di dalam tubuh melebihi batas normal. Tanda-tanda terkena diabetes cukup unik. Penderita biasanya akan merasa cepat lapar dan haus. Di samping itu, ada kalanya penderita merasa lemas. Badan yang gemuk adalah ciri fisik yang umum dimiliki oleh para penderita diabetes. Yang menarik adalah, penyakit ini sebenarnya tidak hanya menyerang orang yang berusia 50 tahun ke atas.

Berdasarkan data statistik di Amerika Serikat pada tahun 2011, 1 dari 400 penderita diabetes adalah anak-anak. Secara teknis, jenis penyakit diabetes yang ditemukan pada anak kebanyakan adalah diabetes tipe 1. Diabetes tipe ini sebenarnya lebih kepada faktor kerusakan genetis. Sementara itu, pada orang dewasa, yang sering muncul adalah diabetes tipe 2. Diabetes tipe 2 seringkali dikaitkan dengan gaya hidup yang tidak sehat.

Obesitas adalah salah satu ciri utama bagi sebagian penderita diabetes. Beberapa orang menyebut diabetes sebagai penyakit keturunan. Pendapat ini tidak selalu benar. Dalam banyak kasus, tuduhan bahwa penyakit ini bersifat turun-temurun lebih pada kecenderungan bahwa pola hidup yang salah dalam keluarga ternyata cenderung dipertahankan.

Sifat “turun temurun” ini bisa diputus manakala ada generasi yang berupaya tidak mengulangi kesalahan pola hidup yang selama ini berlaku dalam keluarga. Untuk itu, ada beberapa langkah yang bisa ditempuh. Di antaranya adalah menjalani diet yang seimbang, cukup olahraga dan beristirahat sesuai kebutuhan.

Di luar faktor kelainan genetik maupun gaya hidup, ibu yang sedang hamil dan sesaat setelah melahirkan juga rentan mengalami diabetes. Ini terjadi karena pengaruh hormonal selama masa kehamilan dan pasca kelahiran. Untuk diabetes semacam ini sebenarnya akan berangsur-angsur menghilang secara alami. Namun tidak ada salahnya jika para ibu hamil juga rajin memeriksakan kehamilan dan melakukan tes darah di laboratorium untuk mendapatkan gambaran kondisi kesehatan yang terkini. Pemeriksaan teratur akan membuat dokter bisa memberitahu para ibu yang kemungkinan akan mengalami diabetes kehamilan, masalah tekanan darah maupun masalah-masalah lainnya. Diabetes dan tekanan darah yang tidak normal adalah dua diantara sekian banyak hal yang meningkatkan resiko kematian pada saat seorang ibu melahirkan.

Resiko dan Perawatan Luka Pada Penderita Diabetes

Saat seseorang telah telah terkena diabetes, hal pertama yang patut dipertimbangkan adalah perubahan dari gaya hidup yang selama ini salah. Jika anda ingin memulai gaya hidup yang lebih baik dengan berolahraga, ada baiknya untuk tidak langsung menggenjot aktivitas berolahraga secara berlebihan. Seseorang dengan berat badan yang berbeda akan memiliki tingkat masalah yang harus dipahami. Seorang penderita diabetes yang mengalami obesitas, boleh jadi hanya diperbolehkan untuk berolahraga untuk 30 menit saja. Pembatasan ini muncul karena beberapa alasan. Salah satunya adalah kekuatan otot dalam menunjang berat badan. Orang yang gemuk biasanya memiliki lemak berlebih dengan otot yang melemah. Inilah salah satu alasan yang membuat oahraga secara berlebihan justru memicu meningkatnya resiko cidera pada otot dan persendian.

Cara merawat luka kaki diabetes

cara merawat luka kaki diabetes

Pada penderita diabetes, cidera maupun luka yang terjadi bisa sulit untuk disembuhkan. Semakin lama luka semacam ini tidak tertangani dengan baik, maka masalah akan menjadi sangat serius. Beberapa penderita diabetes pada akhirnya harus pasrah menjalani amputasi sebagai langkah terakhir yang harus diambil. Bagian tubuh yang paling sering mengalami luka adalah kaki. Untuk mencegah luka pada kaki, penggunaan alas kaki yang nyaman adalah satu solusi yang dimiliki oleh para penderita diabetes. Untuk itu, menghindari pemakaian sepatu hak tinggi maupun sepatu yang kekecilan perlu untuk dilakukan.

Dengan demikian, setidaknya kaki akan aman dari resiko lecet. Pada tingkatan tertentu, gesekan ringan bisa memicu luka yang lebih serius. Untuk itu, tidak ada salahnya jika anda belajar mengenai perawatan luka kaki diabetes. Jika anda memilih cara merawat luka kaki diabetes yang standar, di mana biasanya proses penyembuhan terjadi dalam waktu yang relatif lama. Hanya ketelatenan dan kedisiplinan yang bisa mendorong munculnya kondisi yang lebih baik pada luka.

Baca juga  Cara Mengatasi Bercak Putih Seperti Panu Pada Wajah Bayi

Selain hal tersebut di atas, cara merawat luka kaki diabetes juga dipengaruhi oleh proses penyembuhan internal. Proses penyembuhan internal sangat bergantung pada apa yang anda makan. Masalahnya adalah terkadang sulit untuk mengatur pola makan terbaik, ketika seseorang sedang melakukan perawatan luka kaki diabetes. Jadi, jika Anda hendak mengendalikan diabetes, Anda harus disiplin dalam menjaga pola makan yang sehat.

Demikian artikel mengenai cara merawat luka kaki diabetes, semoga bermanfaat untuk Anda.