Penasaran? Ini Jenis Gas Medis Yang Digunakan Di Rumah Sakit

Perawatan kesehatan pasien di rumah sakit umumnya menggunakan gas medis yang cara kerja dan fungsinya juga berbeda-beda. Secara umum, gas medis adalah gas spesifik yang dipisahkan dari udara secara individual dan digunakan untuk berbagai aplikasi medis.

Jenis Gas Medis

Jenis Gas Medis

Ada enam jenis gas medis yang umum digunakan di rumah sakit:

  • Gas oksigen
  • Udara medis
  • Karbon dioksida
  • Gas nitrogen
  • Nitrous oksida
  • Gas helium

Gas Oksigen

Oksigen merupakan gas paling mendasar dalam kehidupan, dan digunakan bagi pasien yang mengalami kekurangan oksigen atau saturasi oksigen dalam darahnya di bawah normal.

Oksigen merupakan gas medis yang diperlukan di setiap pengaturan perawatan kesehatan, dan digunakan untuk resusitasi dan terapi inhalasi. Rumah sakit menggunakan oksigen ketika pasien menghadapi masalah dalam menghirup udara atau ketika paru-paru berhenti menghirup oksigen seperti pada penggunaan ventilator untuk pasien.

Udara Medis

Udara medis mengacu pada pasokan udara bersih terkompresi yang digunakan untuk mendistribusikan gas medis. Udara medis harus bebas dari kontaminasi dan partikel, tidak terpapar minyak atau bau, dan bersifat kering untuk mencegah penumpukan air di pipa fasilitas Anda.

Saat pasien berada di ruang operasi, baik dalam keadaan darurat atau tidak, ahli bedah mengandalkan kompresor udara medis bebas minyak (oil free medical compressor) untuk menjaga pasien tetap nyaman dan bernapas.

Udara medis memberi kekuatan pada peralatan medis yang digerakkan oleh udara seperti resusitasi, instrumen bedah mulut, instrumen ortopedi, dan ventilator. Udara medis umumnya digunakan di ruang ICU dan NICU.

Karbon dioksida

Untuk operasi minimal invasif (laparoskopi, endoskopi, dan artroskopi) karbon dioksida digunakan sebagai gas insuflasi (meniup ke dalam rongga tubuh). Hal ini bertujuan untuk memperbesar dan menstabilkan rongga tubuh untuk memberikan visibilitas yang lebih baik pada area bedah. Paling umum, karbon dioksida digunakan dalam operasi perut dan dada, di mana ahli bedah mungkin perlu memindahkan berbagai organ untuk mencapai satu area tubuh tertentu.

Gas nitrogen

Nitrogen adalah gas yang tidak berwarna, tidak berbau, tidak beracun, tidak mudah terbakar. Ini tidak aktif pada suhu kamar dan tidak bereaksi secara kimia dengan logam biasa.

Nitrogen cair memiliki temperatur beberapa ratus derajat di bawah nol dan membekukan jaringan pada kontak, sehingga juga digunakan sebagai cairan kriogen untuk membekukan dan mengawetkan darah, jaringan, dan spesimen biologis lainnya, dan untuk membekukan dan menghancurkan jaringan yang sakit (kanker dan lesi kulit), pada bidang dermatologi dan cryosurgery.

Nitrous Oksida

Nitrous oxide atau gas tertawa seperti yang umum dikenal, pada awalnya digunakan sebagai analgesik gigi dan telah digunakan secara luas dalam berbagai prosedur bedah untuk anestesi dan analgesia.

Mekanisme kerja yang tepat dari nitrous oxide tidak diketahui, tetapi efeknya terjadi di pusat nyeri otak dan sumsum tulang belakang. Pelepasan neurotransmiter diperkirakan mengaktifkan jalur nyeri desenden yang menghambat transmisi nyeri.

Saat melahirkan, perawatan di ambulans, perawatan gigi, dan dalam prosedur kecil yang menyakitkan, nitrous oxide dikombinasikan dengan oksigen digunakan untuk menghilangkan rasa sakit. Karena efek anestesinya, maka Nitrous Oxyde digunakan secara khusus dalam pembedahan dan kedokteran gigi.

Gas Helium

Gas helium digunakan dalam beberapa operasi paling kritis dalam industri medis. Gas Helium dapat digunakan untuk berbagai aplikasi karena karakteristik fisik dan kimianya yang berbeda, yaitu kepadatannya yang rendah, kelarutan yang rendah dan konduktivitas thermal yang tinggi.

Dalam prakteknya, Gas helium dikombinasikan dengan oksigen untuk pengobatan asma, emfisema, dan masalah pernapasan lainnya. Gas helium tidak digunakan untuk pengobatan penyakit yang mendasarinya, tetapi digunakan untuk mengurangi resistensi saluran udara dan kerja otot pernapasan sampai tindakan pengobatan definitif.

Ahli bedah sedang mengeksplorasi penggunaan helium sebagai pengganti karbon dioksida untuk mengisi perut pasien yang menjalani prosedur perut laparoskopi karena keunggulannya dalam mencegah asidosis respiratorik pada pasien dengan kondisi komorbiditas yang menyebabkan retensi karbon dioksida.

Credit image:
https://www.sicgilsol.com/medical-gases/
https://www.chthealthcare.com/blog/5-common-med-gas

Tinggalkan komentar

Anda berminat untuk membuka usaha isi ulang oksigen? Hubungi WA 082112344488 untuk informasi lebih detail